Kolaborasi Puisi dan Musik Pop

Dari Pentas “Nyanyian Anak Pertiwi”

JIKA sebelumnya penikmatan puisi hanya dapat dilakukan di ruang-ruang tertutup ataupun mimbar-mimbar pertunjukan sastra dengan penikmat yang terbatas, maka kini puisi dapat disimak melalui lagu dalam nuansa kemasan pop yang lebih ringan. Memang, jauh sebelum ini, nama Ebiet G Ade dan Leo Kristi telah melam bungkan puisi pada nada-nada yang dapat dinikmati setiap saat dan tidak lagi terbatas pada ruang dan waktu. Tetapi dengan aransemen yang masih kental dengan warna musikalisasi puisi, penyimak kedua nama tersebut masih tergolong spesifik.

Adalah penyair Tetet Cahyati dan musisi Adjie Soetama mencoba mengolaborasikan dua aliran ini sekaligus, dunia sastra (puisi) dengan dunia musik (populer). Hasil kerja bersama ini tertuang dalam album “Nyanyian Anak Pertiwi” yang diluncurkan di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Sabtu (7/5) dengan penyanyi utama Rida mantan “RSD”.

Pentas yang dimulai pukul 20.00 WIB dan dihadiri sejumlah wartawan infotainment dan wartawan budaya ini, dibuka dengan pembacaan puisi oleh Dewi Motik Pramono yang membacakan puisi berjudul “Kasih” dan “Aceh” karya Tetet Cahyati. Dilanjutkan dengan tampilnya Rida RSD yang membawakan dua buah lagu sekaligus, berjudul “Kasih” dan “Luka di Atas Luka”. Nyanyian kedua seharusnya diba wakan penyanyi Ismi Azis yang ikut serta menyemarakkan album tersebut. Namun sayang, pada malam itu Ismi Azis berhalangan hadir.

Tetet Cahyati selaku pemilik 12 puisi dalam album tersebut, sempat mengumandangkan beberapa lagu bersama dua pengiring vocal

Febby dan Fitri. Usai membawakan lagu Tetet menyampaikan, perjalanan kepenyairannya terasa belum lengkap bila puisi hanya dinikmati oleh kalangan terbatas. Puisi, kata putri pelukis besar almarhum Popo Iskandar ini, harus dapat dinikmati oleh semua orang. Sebab dalam puisi terbetik makna-makna yang dalam tentang kehidupan.

“Nyanyian Anak Pertiwi” ini, kata Tetet, menyampaikan pesan-pesan tentang optimisme dalam menjalani kehidupan. Hal itu terlihat jelas dalam beberapa judul lagunya, seperti “The Spirit of Growth”, “Serenade”, “Cahaya Jiwa”, “Setangkai Bunga Patah”, dll.

Lagu-lagu tersebut hanya dua yang diaransemen oleh Adjie Soetama dan dibawakan Rida dan Ismi Azis. Sisanya, Tetet menggandeng musisi lokal Bandung Ari KPIN.

Disampaikan Adjie Soetama, kolaborasi antara penyair dan musisi seperti ini merupakan terobosan baru dalam dunia musik. Adjie mengakui, hal serupa memang sudah dilakukan penyanyi Ebiet G Ade.

Hanya saja, kata Adjie, dalam aransemen yang dibuatnya kali ini, puisi terasa lebih ringan dan renyah. Sehingga para penikmatnya tidak akan merasakan bahwa syair dari lagu tersebut berasal dari puisi.

“Apalagi saya membuat aransemennya disesuaikan dengan karakter suara penyanyinya. Untuk Rida, sengaja saya membuat iramanya terasa lebih riang, walau sesungguhnya isi dari lagu tersebut berbicara tentang kesunyian. Sedangkan untuk Ismi Aziz, saya memberi sentuhan musikalisasi yang agak beda karena memang karakter Ismi Azis cocok dengan isi lagu seperti itu,” paparnya.

Adjie mengatakan, sudah saatnya para musisi (arranger) memakai puisi sebagai syair untuk lagu-lagunya. Karena menurutnya, isi dari puisi itu sarat makna. Sehingga akan mendorong bagi terciptanya pendewasaan apresiasi di kalangan pendengar. Ini penting, mengingat penikmat lagu saat ini sudah mengalami pergeseran dalam selera musik ataupun isi lagunya. Jika dulu, kata Adjie, isi lagu-lagu itu cenderung langsung dan terbuka, maka kini, lebih banyak yang tersirat.

“Coba saja perhatikan syair-syair lagu yang dibawakan Dewa atau Padi. Rangkaian kata-katanya sangat puitis dan sarat makna. Oleh karena itu, kalau boleh saya berpendapat, sudah saatnya para musisi berkolaborasi dengan para penyair untuk menyuguhkan karya-karyanya di hadapan pemirsa dalam nuansa lagu yang lebih ‘berisi’,” ujar Adjie. (Eriyanti ND/”PR”)***Sabtu, 14 Mei 2005

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: