Konser 14 Bintang KDI di Lapangan Gasibu

Coba Membagi Kesenduan dalam ”Merangkul Harap”

GENDANG mengentak pelan bertingkahan dengan genjreng accord gitar. Tak ada bunyi suling, kala itu. Selesai intro, syair “Abu Nawas” tiba-tiba mengalun sendu, berharmoni dengan notasi-notasi yang tercipta dari alat musik, berselang-seling syair asli dan terjemahan.


BINTANG KDI Siti (kiri) dan Nassar tampil menghibur warga Bandung dalam acara konser musik dangdut “KDI Peduli Aceh Merangkul Harap” di Lapangan Gasibu Bandung, Sabtu (8/1).*ANDRI GURNITA/”PR”

Sejurus kemudian, satu per satu, 14 bintang Kontes Dangdut Televisi Pendidikan Indonesia (KDI) memasuki panggung. Syair yang –dalam anggapan budayawan Emha Ainun Nadjib– “kocak” itulah sebagai awal konser “Merangkul Harap” yang berlangsung di Lapangan Gasibu Bandung, Sabtu (8/1) malam.

Sesekali, saat syair itu dilantunkan, tiga layar besar yang terpancang mengitari panggung memunculkan gambaran situasi sejumlah daerah di Nanggroe Aceh Darussalam seusai dilanda gelombang pasang, Ahad (26/12) silam.

Tadi malam, apa yang disuguhkan TPI melalui 14 bintang KDI memang berbeda dari sebelumnya. Kali ini, mereka berusaha menggugah khalayak penonton untuk peduli terhadap para korban. Mayoritas lagu-lagu pun bertemakan “perenungan”, bukan semata hiburan seperti sebelumnya. Siti KDI, mengawali perenungan itu dengan menyuguhkan lagu “Keagungan Tuhan”. Praktis, penonton tak dapat membangkitkan apresiasinya ke dalam bentuk joget. Satu-satunya apresiasi yang dapat dilakukan adalah bengong sambil menikmati lantunan gurih suara adik kandung Cici Paramida itu.

Meski masih tetap mengusung tema “perenungan”, suasana berubah total ketika Nassar Sungkar tampil menyajikan lagu berjudul “Rana Duka”. Tempo lagu yang diciptakan Rhoma Irama itu sangat memungkinkan penonton memunculkan apresiasi ke dalam lonjakan. Padahal, jika dicermati, Nassar tak begitu menguasai lagu tersebut. Banyak lirik yang salah ia ucapkan tatkala menyanyi. Duet pembawa acara Irfan Hakim-Thessa Kaunang sempat berusaha menenangkan penonton ketika spanduk-spanduk yang mereka bawa mengganggu penayangan.

Suasana kembali berubah sendu ketika Safaruddin dan Maya tampil. Safar yang asli Makassar itu tampil menyuguhkan lagu pop “Indah Kasih-Mu”, sedangkan Maya menyuguhkan lagu lawas yang sempat dipopulerkan Ida Laela dan Ikke Nurjanah, “Dunia”.

Setelah itu, Aan mendapat giliran tampil dengan mengusung lagu “Di Pintu Ampun”, dilanjutkan trio Rosita, Rasmi, dan Rivana. Ketiganya mengusung lagu milik Bimbo, “Gerbang Keampunan”. Selfi mendapat giliran selanjutnya dengan menampilkan “Damai Bersama-Mu”, dilanjutkan Ikke Nurjanah yang menampilkan lagu “Tuhan”. Saat tampil, istri pentolan Bragi, Aldi Wahab itu didampingi oleh dua bintang KDI, Armed dan Narendra.

Berganti-gantian kemudian suasana diturunkan dan dinaikkan. Pada konser kali ini, Endang Kurnia, pengusung jenis rock-dangdut didaulat menjadi bintang tamu. Pada kesempatan pertama, pencipta lagu “Mbah Dukun” tersebut menyuguhkan lagu “Malapetaka”, didampingi dua bintang cantik KDI, Eva dan Rivana.

Selama kurang lebih 2,5 jam, TPI melalui 14 bintang KDI-nya nyata benar berusaha membagi kesenduan dalam konser bertajuk “Merangkul Harap” tersebut. Dan, kesan tersebut semakin dipertegas melalui apa yang disuguhkan, beberapa waktu sebelum konser diakhiri. Lagu-lagu yang ditampilkan sepertinya sengaja dimunculkan untuk itu. Ika dengan “Surga di Bawah Telapak Kaki Ibu”, duet Aan-Rosita dengan “Tombo Ati”, Nassar dengan “Huci-Huci Dunia”, Safar dengan “Muhasabah”, dan Siti dengan “Dengan Menyebut Nama Allah”.

Entahlah, apa sesungguhnya yang dirasakan khalayak ketika mendapat sajian seperti itu. Yang jelas, tertampak jelas sejauh mata memandang, mereka tak henti- hentinya berjoget. (Hazmirullah/”PR”)***Minggu, 09 Januari 2005

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: