MLTR Sapa Para Korban Tsunami


WE want to express our deepest sympathy with all the victims of the tragedy in Southeast Asia. The force of nature is unpredictable (Kami ingin menyatakan simpati yang terdalam kepada seluruh korban tragedi di Asia Tenggara. Bencana alam memang tidak dapat diprediksi). Rupanya, pernyataan yang dicantumkan di dalam official website mereka itu benar-benar dilakoni Michael Learns To Rock, grup band asal Denmark yang terdiri dari trio Jascha Richter (vokalis, kibordis), Kare Wanscher (drummer), dan Mikkel Lentz (gitaris).


GRUP musik asal Denmark Michael Learns To Rock yang terdiri dari sang vokalis, Jascha Richter (kiri) pemain drum, Kare Wanscher (tengah) dan gitaris Mikkel Lentz mendapat sambutan meriah penonton saat tampil atraktif membawakan sejumlah tembang hitsnya dalam konser bertajuk “a tribute to Aceh & Sumut” di Sabuga Bandung, Selasa (1/2).*ANDRI GURNITA/”PR”

Dari penjualan tiket seharga Rp 150 ribu hingga Rp 250 ribu, mereka menyisihkan Rp 50.000,00 untuk membantu meringankan penderitaan para korban bencana tsunami di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatra Utara. Tanpa jeda, grup musik asal Denmark Michael Learns To Rock (MLTR) menyuguhkan 23 lagu ke hadapan khalayak Bandung dalam pertunjukan bertajuk “Tribute To Aceh & Sumut” di Sasana Budaya Ganesha Bandung, Selasa (1/2) malam. Sayang, konser amal yang dipromotori Buena Produktama itu tak banyak peminat. Tak lebih dari seperempat dari kapasitas gedung yang terisi.

Meski demikian, trio Jascha Richter, Mikkel Lentz, dan Kare Wanscher tetap mampu berinteraksi dengan penonton. Sesekali, Jascha dan Mikkel turun ke floor untuk sekadar mengakrabkan diri dengan khalayak, terutama saat menampilkan lagu-lagu yang dihafal mayoritas penonton.

Tanpa berbasa-basi, sekira pukul 20.15 WIB, MLTR mengawali penampilan mereka dengan lagu “Without Your Love”, disusul “How Many Hours”, “Salvation”, “Love Will Never Lie”, dan “I Still Carry On”. Sampai di situ, belum terjadi interaksi antara personel MLTR dengan para penonton. Kendati demikian, apresiasi tetap dimunculkan dalam gerakan tubuh dan entakan-entakan kaki. Suara-suara yang mengikuti lirik-lirik lagu yang dinyanyikan Jascha, belum mampu menyeimbangkan dengan suara musik.

Pada lagu selanjutnya, kemeriahan sesungguhnya mulai meletik. Setelah Jascha memberikan pengantar untuk lagu yang segera dinyanyikan, penonton menjerit histeris. Ya, saat itu MLTR hendak menyuguhkan “The Actor”, salah satu hits yang mampu melambungkan nama mereka, sekira 12 tahun silam. MLTR menyertakan lagu “Complicated Heart” dan “Strange Foreign Beauty” pada rangkaian selanjutnya.

Drummer Kare Wanscher, dan gitaris Mikkel Lentz, turun dari panggung. Jascha tinggal sendirian, berhadapan dengan kibor dan mikrofon. Sejurus kemudian, ia berucap “Lagu berikut ini dipersembahkan khusus untuk para korban bencana tsunami”. Mengalunlah kemudian irama sendu dari “tarian” jemarinya di permukaan tuts-tuts kibordnya. Bahkan, Jascha melanjutkan kesendiriannya itu dengan menyanyikan lagu “Out of The Blue”.

Ketiga personel kembali hadir. Mereka pun langsung menampilkan lagu berjudul “Something You Should Know”, sebuah lagu up-beat yang mampu mengajak penonton sejenak melonjak-lonjak. Kemeriahan terus berlanjut ketika kembali MLTR memunculkan salah satu lagu hits, “Sleeping Child”. Berulang-ulang, tempo suasana dinaik-turunkan. Apalagi, dalam beberapa kesempatan, Jascha dan Mikkel secara bergantian turun dari panggung. Sejumlah penonton pun berhamburan menyambut keduanya. Sesekali, Jascha mengajak penonton untuk koor bersama dirinya.

Pada rangkaian selanjutnya, sejumlah lagu hits lainnya seperti “Take Me To Your Heart”, “Breaking My Heart”, “25 Minutes”, “Someday”, “Paint My Love”, dan “Wild Women” dipersembahkan. Suasana konser yang minim peminat itu, berakhir dengan sebuah klimaks. MLTR menyudahi rangkaian awal tur 6 kotanya di Indonesia itu dengan sebuah hits, “That’s Why (You Go Away)”.

Tampilan semalam, setelah mereka menggelar konser di Genting Highlands Resort Malaysia, 30 Januari 2005. Kini mereka menggelar konser secara nonsetop selama enam hari berturut-turut di 6 kota Pulau Jawa dan Bali. Sasana Budaya Ganesha Bandung, merupakan tempat pertunjukan pertama, disusul kemudian Tennis Indoor Senayan Jakarta, Rabu (2/2) ini. Hari Kamis (3/2), konser mereka dijadwalkan di Ballroom Hotel Horison Semarang, kemudian di Jogja Expo Centre (JEC), Yogyakarta, Jumat (4/2), dilanjutkan di Supermall Pakuan Indah Surabaya pada Sabtu (5/2), dan terakhir di “Sand Island”, Hard Rock Hotel, Bali. Rencananya, pertunjukan MLTR Di Surabaya merupakan konser amal bertajuk “Tsunami Charity Concert”. (Hazmirullah/”PR”)***Rabu, 02 Februari 2005

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: