Peterpan, Semua di Atas Normal


SEJAK magrib, keadaan lalu lintas di sekitar Lapangan Gasibu Bandung sudah macet. Ribuan orang menyesaki sejumlah ruas jalan untuk kemudian menuju areal Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat. Semuanya memiliki tujuan yang sama, menyaksikan konser tunggal Peterpan. Padahal, konser yang berada di dalam rangkaian kegiatan “Karnaval SCTV” tersebut baru dimulai pada pukul 22.00 WIB, Sabtu (7/5).


GRUP musik Peterpan dengan vokalis Ariel (kiri), mendapat sambutan meriah penggemarnya saat tampil pada konser musik ”Karnaval SCTV 2005” di Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, Sabtu (7/5) malam.*ANDRI GURNITA/”PR”

Hari-hari ini, Peterpan memang menjadi fenomena tersendiri di belantika musik tanah air. Pencinta musik di seantero negeri menggemari grup band asal Bandung tersebut. Wajar saja jika kemudian khalayak berbondong-bondong menuju areal monumen tadi malam. Apalagi, memang Ariel dkk. sudah lama tak manggung di “kampung” sendiri. Terakhir, sekira setahun lalu, Peterpan tampil di halaman sebuah mal dalam tajuk berbeda. Karena sudah menjadi “the phenomenon”, antusiasme selalu saja menyertai Peterpan setiap mereka tampil, di manapun. Demikian pula yang terjadi tadi malam. Desak-desakan, jejal-jejalan, teriak histeris, riuh rendah, elu-elu, itulah antusiasme yang terjadi. Meski, para personel Peterpan belum juga menunjukkan batang hidungnya di atas panggung.

Dalam hitungan menit, sejak desak-desakan itu terjadi –jauh sebelum Peterpan tampil–belasan penggemar sudah tampak lemas dan mesti dirawat di bagian medis. Pun demikian, ratusan petugas kepolisian yang disiagakan sudah harus sibuk dengan sejumlah “penggemar” yang berulah. Beberapa dari mereka diamankan karena dianggap dapat membahayakan orang lain. Di saat yang sama, puluhan–bahkan mungkin ratusan–penggemar mengaku kehilangan barang-barang harga, seperti telefon genggam.

Setelah sekian lama bermandi peluh, akhirnya semua terobati. Peterpan tampil dan langsung membawakan lagu-lagu hits. Sebagai pembuka, Ariel dkk. menyuguhkan lagu “2DSD”. Dan tentu saja, langsung berbalas. Mayoritas penonton sepertinya hafal syair-syair lagu Peterpan. Ariel pun tampaknya menyambut baik hal itu. Makanya, berkali-kali ia menyodorkan mikrofon ke hadapan khalayak.

Di dalam jumpa pers yang dilangsungkan 3 jam sebelum tampil, pentolan Peterpan, Ariel, mengaku, ada sedikit gangguan dengan suaranya. Kendati begitu, katanya, ia sangat senang dapat tampil di Kota Bandung. “Saya sangat senang tampil di sini. Apalagi, memang sudah lama Peterpan enggak tampil di kota sendiri. Sayangnya, ada sedikit gangguan pada suara saya,” ungkapnya.

Jika dicermati, tadi malam, memang Ariel tak tampil seperti biasanya. Sesekali, saat membawakan lagu, suara yang dikeluarkan Ariel seperti tak lepas. Akan tetapi, agaknya “kekurangan” itu tak dirasakan khalayak. Mereka tetap mengapresiasi lagu-lagu yang dibawakan Ariel dengan penuh semangat. Ya, itu tadi, sejak “2 DSD” disuguhkan, suasana terus tercipta menanjak. Tak pernah sedikitpun terjadi penurunan.

Sepertinya, semua lagu Peterpan adalah hits. Buktinya, hampir semua lagu yang dibawakan Ariel dihafal dengan baik oleh penonton. Setelah “2 DSD”, Ariel membawakan lagu “Di Atas Normal”. Yang terjadi juga sama. Pun demikian ketika Ariel kemudian menyuguhkan lagu “Mimpi Yang Sempurna”, “Kukatakan Dengan Indah”, “Semua Tentang Kita”.

Sama dengan yang terjadi dengan penonton, tampaknya Peterpan enggan menurunkan grafik suasana. Hal itu terbukti dari komposisi lagu yang dibawakan. Sejumlah lagu yang dianggap betul-betul “membekas” di batin penonton sengaja dibawakan di tengah hingga ke akhir, seperti “Bintang di Surga”, “Topeng”, dan “Sahabat”. Lagi-lagi, semua berbalas. Ariel dkk. pun mampu mempertahankan antusiasme hingga usai. Harus diakui, sekarang memang menjadi era milik Peterpan.  

Antrean panjang

Dari pantauan “PR”, gelagat kemacetan mulai terasa sejak pukul 11.00 WIB. Jalanan protokol yang menuju pusat kota, sudah mulai terjadi antrean. Ditambah dengan acara wisuda sarjana di sejumlah perguruan tinggi.

Antrean panjang terlihat di Jln. drg. Surya Sumantri, Jln. Terusan Pasteur, Jln. Cihampelas, Jln. Wastukancana, Jln. Tamansari, Jln. Merdeka, Jln. Dipati Ukur, Jln. Babakan Siliwangi, Jln. Suci, Jln. Pahlawan, dan lain-lain di seputaran wilayah Lap. Gasibu.

Kemacetan kian kronis menjelang petang hari. Masyarakat tumpah ruah menuju Lap. Gasibu, apalagi band asal Bandung yang tengah daun, “Peter Pan”, akan turut memeriahkan acara.

Praktis banyak warga yang penasaran untuk menikmati penampilan ben yang digawangi oleh Ariel itu. Kendaraan roda empat dan roda dua nyaris tidak bergerak karena terkunci.

Anggota kepolisian dari Unit Satuan Lalu Lintas dari Polwiltabes Bandung yang didukung sejumlah personel dari polres dan polsek, tidak mampu berbuat banyak. (Hazmirullah/ Satrya/ “PR”)***Minggu, 08 Mei 2005

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: