Yanti Pujayanti, ”Bentang Panggung Miss Tjitjih 2005”


JAKARTA, (PR).-
Yanti Pujayanti, wakil Kota Bandung berhasil meraih predikat juara pertama sekaligus dinobatkan sebagai Bentang Panggung Miss Tjitjih 2005.


YANTI Pujayanti (ke-2 kiri), peraih anugerah ”Bentang Panggung Miss Tjitjih 2005” yang juga wakil dari Kota Bandung berfoto bersama Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya DKI Jakarta, Aurora Tambunan (ke-2 kanan), mantan Gubernur DKI Jakarta Surjadi Soedirdja (kiri), dan Ketua Yayasan Miss Tjitjih, Tb. Hasanuddin.*HAZMIRULLAH/”PR”

Dewan juri yang terdiri dari Acil Bimbo, Doel Sumbang, dan Dwiki Dharmawan memberikan nilai 714 kepadanya, sekaligus mengalahkan 13 finalis Pasanggiri Bentang Panggung Miss Tjitjih 2005. Hal itu diketahui setelah dewan juri mengumumkan perolehan nilai para finalis dalam sebuah acara resmi yang berlangsung di Gedung Kesenian (GK) Miss Tjitjih, Jalan Cempaka Putih Utara Kemayoran Jakarta Pusat, Sabtu (26/3) malam.

Dengan raihan tersebut, Yanti yang masih tercatat sebagai siswi Kelas III Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 10 Bandung tersebut berhak meraih trofi, piagam penghargaan, uang pembinaan senilai Rp 7.000.000,00, serta anugerah “Bentang Panggung Miss Tjitjih” berupa mahkota.

Sementara itu, juara ke-2 diraih oleh Aan Andawati, finalis wakil Kab. Majalengka dengan raihan nilai 708. Selain trofi dan piagam penghargaan, Aan berhak memperoleh uang pembinaan sebesar Rp 5.000.000,00. Juara ke-3 diraih oleh Dewi Rahmawati, wakil Kab. Kuningan. Juara harapan 1 diraih Ai Sunarti (Kab. Sumedang) dan Juara Harapan 2 diraih Lena Permatasari (Kab. Sukabumi).

Saat tampil di final, Yanti membawakan lagu “Tangkuban Parahu” (Cipt. Eutik Sana). Kualitas suara, tata gerak, pun demikian aksi di panggung seperti menyihir 3 juri yang notabene musisi kawakan, Acil, Doel, dan Dwiki. Secara tersirat, keberhasilan Yanti meraih predikat juara pertama sebenarnya sudah diungkapkan Acil ketika memberikan evaluasi, ketika seluruh finalis usai tampil. “…ada satu yang jauh sekali nilainya,” begitu kata pentolan grup musik Bimbo tersebut.

Tak hanya itu, ratusan penonton yang memadati GK Miss Tjitjih sejak siang, Sabtu (26/3), juga merasakan hal yang sama. Dalam pandangan mereka, dari 14 finalis yang tampil, cuma Yanti yang bisa tampil prima, seperti tanpa beban. Karena itu, ketika pengumuman pemenang juara pertama dilakukan, tampak banyak penonton yang hanya mengangguk-anggukkan kepala. Mereka semakin puas dengan hasil itu karena Yanti kembali didaulat mengulang penampilannya, sebelum menerima penghargaan. Sulung 3 bersaudara putri pasangan Amin Haryono dan Entang Sumyati itu kembali membawakan lagu “Tangkuban Parahu”. Dua pembimbing Yanti sekaligus guru di SMKN 10 Bandung, Iis Ida dan Januar, tak mampu menutupi kebahagiaannya.

Ketua Yayasan Miss Tjitjih, Tb. Hasanuddin, merasa bersyukur kejuaraan yang juga bertepatan dengan hari ulang tahun GK Miss Tjitjih ke-1 (setelah diresmikan Presiden Megawati setahun silam), dapat berjalan sukses. Apalagi, kejuaraan itu pun menelurkan juara-juara yang memang berkualitas.

“Saya percaya, apresiasi terhadap kesenian Sunda akan terus meningkat. Tergantung bagaimana kepedulian para pemilik kesenian tersebut. Kejuaraan ini merupakan salah satu langkah yang kami ambil guna melestarikan kesenian Sunda. Mudah-mudahan, ini dapat menjadi agenda 2 tahunan kita. Selain itu, kami juga berencana akan menggelar pasanggiri bentang panggung, baik dalam bidang tari maupun acting,” kata Hasan, ketika ditemui “PR” di lokasi kejuaraan.

Buat mamah

Tak terkira perasaan yang melingkupi perasaan Yanti. Ketika ditemui “PR”, mojang kelahiran Bandung 10 Oktober 1986 tersebut mengatakan bahwa hadiah tersebut sepenuhnya dipersembahkan untuk sang ibu. “Ini Mamah, Yanti bisa ngebuktiin. Apa yang selama ini Yanti idam-idamkan ternyata dikabulkan juga. Terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan doa kepada Yanti,” katanya.

Akan tetapi, sebenarnya kemenangan dalam kejuaraan tersebut seluruhnya milik SMKN 10 Bandung. Betapa tidak, dari 14 finalis, terdapat 9 finalis yang ternyata alumni SMKN 10 Bandung. Iis Ida, salah seorang staf pengajar yang ditemui “PR” di lokasi mengatakan “Siapa pun yang menang, ya buat saya mah sama saja. Saya bersyukur bahwa SMKN 10 Bandung berhasil mencetak alumni yang berkualitas,” tuturnya.(A-125)***PR-Minggu, 27 Maret 2005

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: