Ekspresi Cinta di Gasibu


PUBLIK Kota Bandung memang benar-benar penggila musik. Tidak mengenal tingkatan usia atau jenis kelamin, setiap kali ada pergelaran, mereka seakan tidak mau tahu warna dan aliran musik. Apalagi kalau yang hadir musisi yang sudah punya nama, dijamin pergelaran akan dijejali manusia.

Seperti yang terjadi saat pergelaran Ari Lasso dan Ada Band di Lapangan Gasibu Bandung, Rabu (8/6) malam. Hujan yang sesekali membesar, tidak dipedulikan. Para penggila musik itu terus larut menyuarakan tembang-tembang yang dilantunkan.

Tidak hanya itu, tembang favorit yang ditingkahi gaya aktraktif sang penyanyi membuat mereka semakin larut. Bahkan, belasan penonton wanita terpaksa digotong keluar dari kerumunan, karena pingsan atau lemas tergencet.

Seperti saat vokalis Ada Band, Donnie Sibarani, melantunkan tembang dari album Metamorphosis bertajuk “Masih (Sahabatku, Kekasihku)”. //Walau badai menghadang/Ingatlah ku kan selalu setia/Menjagamu/Berdua kita lewati/Jalan yang berliku tajam/Resah yang kau rasakan/Kan jadi bagian hidupku bersamamu/Letakkanlah segala lara di pundakku ini//

Hadir membuka pergelaran “LA Concert Show Bareng Ari Lasso & Ada Band 30 Kota”, dengan format Donnie Sibarani (vokal) Dika Satjadibrata (bas) Krishna Balagita (kibor, piano, Rhodes, aransemen string), Marshal (gitar) dan Rere menggantikan Rama Yaya (drum), melantunkan tembang “Sirna”. Tidak lebih dari 12 tembang dari album Metamorphosis (2003) dan Heaven of Love (2004) mereka lantunkan dan mendapat sambutan sedikitnya 15.000 penonton yang memadati Lapangan Gasibu dan sekeliling ruas jalan sekitar lapangan.

Tidak hanya tembang “Masih (Sahabatku, Kekasihku)” yang bernuansa mellow tetapi juga sederetan tembang cinta yang dikemas dalam nuansa ngerock semisal “Manja”, “Egomu” atau “Rasa Cinta”. Juga turut diperdengarkan tembang “Biarkan Ku Pergi”, “Kau Auraku”, “Setengah Hati”, tidak ketinggalan tembang “Manusia Bodoh” yang mengundang histeria penonton hingga membuat petugas keamanan dan kesehatan bahu-membahu membawa sejumlah penonton wanita yang jatuh pingsan.

Warna cinta

Ekspresi penonton juga diperlihatkan saat mantan vokalis Dewa, Ari Lasso dengan Ari Lasso Bandnya tampil. Penonton yang berada di sayap kanan beberapa kali terlibat aksi saling dorong dan memicu perkelahian.

Hadir dengan gaya rambut panjang menutupi mata, Ari membuka penampilannya dengan tembang “Mengejar Matahari” dari album bertajuk “Kulihat, Kudengar, Kurasa”. Konsep musik orkestra dan didominasi drum ditingkahi dengan gaya panggung Ari yang aktraktif, bahkan terkesan tidak mau berdiam lama di satu sisi sudut panggung, menjadi gaya khas pangungnya.

Tembang khusus yang diciptakan Ari Lasso bersama Adi Rianto sengaja dijadikan tembang pembuka sebagai ungkapan persahabatan Ari terhadap publik Kota Bandung, yang dinilainya sangat ramah dan apresiatif terhadap menilai musik serta musisinya. “Dari 19 kota besar yang sudah saya sambangi, baru di Bandung saya melihat penonton yang sebegitu banyak dan turut bernyanyi,” kata Ari dari atas pentas.

Juga turut dinyanyikan tembang “Cinta Buta” “Tak Ada yang Perlu Disesali”, “Kedamaian Hati”, “Tulus”, “Patah Hati”, “Penjaga Hati”, “Rayuan Gombal”, “Perbedaan”, “Cinta Sejati”, “Arti Cinta’, “Aku Harus Pergi” dan sederet tembang lainnya.

Mengenai tembang yang dibawakannya semalam kepada penonton Ari mengakui, cinta bagi dirinya di atas segalanya. “Semua ada karena cinta, bila ada insan yang merasa bosan dengan cinta, rasanya insan itu harus bersiap kehilangan dirinya dan semua yang dicintainya!”

Kendati sesekali diwarnai hujan, lemparan gelas minuman kemasan serta aksi perkelahian, penampilan Ada Band dan Ari Lasso, masih dapat dinikmati. Namun buruknya sound system yang sesekali berdengung keras membuat pegelaran agak terganggu. Tapi bagaimanapun, Ada Band dan Ari Lasso mampu menguasai semua ini dengan gaya panggung dan warna vokal mereka sehingga penonton tidak begitu memedulikan gangguan itu. (Retno HY/”PR”)*** Jumat, 10 Juni 2005

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: