Glenn, ”I Love Bandung”


ITULAH tulisan pada kaus cokelat yang dikenakan Glenn pada “Tur 10 Kota Glenn Fredly: Kisah Romantis”, yang digelar di Studio East, Jumat (2/12) pukul 22.45 WIB. Glenn, bukannya tanpa alasan mengenakannya. “Selama gua tur, Bandung selalu jadi kota yang paling banyak pengunjungnya,” katanya.

Glenn Friedly langsung mengentak Studio East dengan You are My Everything. “Selamat datang untuk Eneng-eneng Bandung,” sapanya pada penonton, terutama kaum hawa.

Hits lama “Kau” dan “Cukup Sudah” ditampilkan Glenn dengan balutan repetan rap dari Ivan Saba dan Sa’i Zein (RED). Tentunya, dengan aransemen baru, bernuansa fun dan hangat, sehangat hati Glenn saat itu. “Gue belum mau komitmen,” ujarnya di sela-sela lagu.

Glenn mulai menurunkan tempo dengan lagu “Habis”, “Jejak Langkah”, dan “Kasih Putih” yang dibawakan secara medley bersama Pazto, grup vokal pendatang baru. Suasana makin tenang setelah dia membawakan serentetan lagu baru dari album soundtrack film “Cinta Silver”.

Lagu “Akhir Cerita Cinta” mendapat apresiasi sangat besar dari penonton. Mereka ikut bernyanyi bersama sepanjang lagu. “Sandiwarakah selama ini…setelah sekian lama kita tlah bersama…“.

Tempo kembali naik saat Glenn menyanyikan “Dansa” dan “Rame-Rame” seraya mengajak penonton bergoyang. Sebelum menampilkan “Kisah Romantis”, Glenn meminta song improve. Pemain keyboard-nya memberikan intro lagu pernikahan sesuai dengan lirik lagu tersebut. “Ya, dengarlah sayangku, aku mohon kau menikah denganku….”. Pada bagian reff, Glenn membiarkan penonton bernyanyi tanpa iringan musik.

Glenn memberikan penghargaan kepada penyanyi senior Chrisye yang karya-karyanya melegenda, dengan menyanyikan “Cinta”. Dia mengajak penonton bergoyang sambil melambaikan tangannya.

Penonton mengira Glenn menyudahi pertunjukan saat dia masuk ke belakang panggung. Mereka meneriakkan “Lagi, Lagi, Lagi…”. Jeda lima menit, tiba-tiba Glenn kembali ke atas panggung dan disorot oleh lampu seraya menyanyikan “Terpesona”, lagu lamanya saat masih bergabung dengan band Funk Section. Dentingan nada dari keyboard yang dimainkan Glenn pada lagu “Januari” mengiringi penonton untuk bernyanyi.

Enggak ada yang enggak mungkin di dunia ini. Karena itu, jangan pernah berhenti bermimpi,” katanya. Dia kembali diiringi Pazto dan RED saat membawakan lagu perdamaian, “What’s Going On” dari All Star Tribute.

Sebagai pemenang penghargaan AMI Awards 2005 kategori pop artis solo pria, Glenn menunjukkan kualitasnya malam itu. Meski staminanya dibesut dua jam, vokal empunya nama asli Glenn Fredly Deviano Latuihamallo ini, nyaris tanpa cacat. Pitch tinggi maupun falset-falsetnya mulus dicapai. Pun, atmosfer yang dibangunnya. Haru biru, romansa, cinta.

Tak pelak, sekira 1.400-an pengunjung yang menyesakki Studio East dini hari itu terbawa emosinya. “I love you, Glenn,” seru beberapa pengunjung di samping “PR”. Belum cukup, mereka pun turut bernyanyi di tiap lagu yang dibawakan Glenn. Sebagai pamungkas, Glenn menyajikan lagu “Salam Sahabat”. Kali ini pertunjukan benar-benar usai. Tepuk tangan meriah disertai teriakan penonton menutup penampilan Glenn malam itu. (Ririn/Roby/”PR”)***Minggu, 04 Desember 2005

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: