Hiburan Dihadirkan Atas Permintaan Masyarakat

Nassar KDI, Nining Meida, Darso, dan Asep Sunandar Sunarya

MELESTARIKAN seni budaya Sunda, ternyata tidak harus datang dari inisiatif para pelaku seninya ataupun dari jajaran pemerintah. Bisa juga tumbuh dari usulan masyarakat pencintanya. Hal inilah yang terjadi ketika digelar acara pementasan seni tradisional Sunda dan pop Sunda serta dangdut, selama tiga hari tiga malam di acara “Sunatan Massal 15 Tahun Kahuripan 69”, yang digelar di atas lahan seluas 1 ha di kawasan Mohamad Toha, tepatnya di belakang Komp. Mekarwangi Bandung mulai Sabtu (12/11).

Momen sunatan menghadirkan 118 anak itu, kemudian diberi hiburan kesenian Sunda, yang ternyata mampu menghibur masyarakat sekitar. Memanfaatkan halaman rumah H. Asep Wawan yang diam-diam mencintai seni tradisional Sunda, tak kurang, seniman Asep Sunandar Sunarya dengan pementasan wayangnya, menjadi puncak acara malam itu. Termasuk menghadirkan seniman Darso, Nining Meida, Sasagon, dan penyanyi dangdut seperti Nassar KDI, Dayu AG dan Fika dkk. “Setiap kesenian dan artis yang dihadirkan ini, adalah usulan masyarakat sekitar, kami coba merealisasikannya untuk bisa menghadirkan mereka, demi menghidupkan seni Sunda,” ujar H. Asep selaku penggagas acara sunatan ini.

Tidak bisa dimungkiri, kehadiran Nassar KDI yang ditempatkan di hari pertama, ternyata mampu menyedot perhatian masyarakat sekitar. Tak pelak, meski tampil di siang bolong, animo masyarakat terus mengalir sejak pagi tanpa henti.

Siang itu, Nassar KDI yang datang ke lokasi usai salat Zuhur, mampu menghangatkan suasana dengan melempar lagu-lagu beraliran goyang. Tembang “Pandangan Pertama”, “Pacar Dunia Akhirat” yang pernah dipopulerkan A. Rafiq, dan Rita Sugiarto, membuat masyarakat tak segan-segan ikut berjoget. Uniknya, acara tidak hanya dinikmati masyarakat secara gratis, tetapi mereka yang kebetulan bila merasa lapar, disediakan dapur umum, agar penonton tidak jatuh sakit.

“Melestarikan seni Sunda dan kesenian lainnya, saya berasumsi, untuk melestarikannya harus kita sendiri orang Sunda, kebetulan ini idenya datang dari masyarakat, saya hanya bertanya, mereka mau dihibur oleh seniman Sunda siapa? Ternyata pilihannya pada Kang Darso, Nining Meida, tampilan Sasagon dan pementasan wayang Asep Sunandar hingga larut malam, saya terharu mendengar keinginan sebagian kecil masyarakat di sini, karena ada kesempatan, kenapa tidak kita wujudkan, daripada mikirin keadaan yang sulit akibat BBM naik, pusing,” kelakar H. Asep Wawan yang menyukai seni Sunda ini.

Karenanya, ketika seniman Darso naik pentas, sambutan masyarakat luar biasa memberi apresiasi. Lagu seperti “Tanjung Baru”, “Hamparan Sajadah”, atau “Curug Cinulang” diterima masyarakat dengan ikut menyanyikan lagu tersebut. Masih ditambah penampilan Nining Meida dengan andalannya seperti “Kalangkang”, “Jol”, “Potret Manehna”, semakin memuaskan dahaga masyarakat menikmati idolanya hadir di hadapan mereka secara langsung.

Tak kalah antusias, saat penampilan Sasagon, kesenian Sunda yang mampu melahirkan gelak tawa dari tingkah laku dan obrolan yang keluar dari pelakon-pelakonnya, membuat penonton terpingkal-pingkal. Acara yang diprakarsai karena panggilan hati nurani untuk berbagi rezeki dalam bentuk sunatan massal dan hiburan itu, benar-benar di luar dugaan.

Maklum, menurut Efrie yang didampingi Buce dari kalangan musisi pengiring artis, menyaksikan antusias masyarakat yang haus hiburan, sepertinya sejenak mereka melupakan kesulitannya memikirkan kenaikan BBM.

“Tapi setelah mereka menikmati kesenian Sunda, dangdut dan pop, semoga meringankan beban pikiran, kita juga tulus menghibur mereka,” ujar Efrie yang berterima kasih pada H. Asep Wawan dari Kahuripan 69, agar acara-acara semacam ini menjadi kalender tetap bagi masyarakat yang memang haus hiburan. (Rat/”PR”)***Sabtu, 19 Nopember 2005

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: