Konser ”Live 8” Gugah Negara Maju Perhatikan Afrika


LONDON, (PR).-
Live 8, konser musik rock terbesar di dunia yang menampilkan sekira 1.000 artis ternama, diselenggarakan secara berkesinambungan di sembilan negara, Sabtu (2/7). Pergelaran yang dimulai di Tokyo itu merupakan gerakan moral yang bertujuan mendesak para politisi dari negara-negara industri maju untuk mengentaskan kemiskinan di Afrika.

Konser Live 8 digelar di semua negara anggota kelompok G-8, ditambah Afrika Selatan. Ke-8 negara maju tersebut adalah Inggris, Kanada, Prancis, Italia, Jepang, Rusia, Jerman, dan AS.

Pertunjukan dipusatkan di London Hyde Park, di mana para musisi kondang tampil, termasuk Paul McCartney (mantan anggota The Beatles), U2, Elton John, REM, Madonna, dan ditandai bersatunya kembali Pink Floyd yang tampil bersama secara khusus untuk pertunjukan ini. Lebih dari 200.000 orang menghadiri konser Live 8 yang dimulai pukul 14.00 waktu setempat.

Ribuan penonton berdatangan ke gedung pertunjukan di Makuhari, pinggiran Tokyo, yang juga dimulai pukul 14.00 waktu setempat. Konser diawali penayangan video tentang anak-anak jalanan di Afrika melalui layar lebar elektronik. Kemudian dilanjutkan dengan penampilan grup band Rize, yang memainkan musik campuran hard rock dan hip hop.

Para artis dalam konser Live 8 menyerukan bantuan lebih besar ke Afrika, penghapusan utang, dan perdagangan yang lebih adil.

“Mari kita bersenang-senang dan menebarkan perdamaian!” teriak pentolan grup band Rize, Jesse yang tubuhnya dipenuhi tato, kepada para penggemarnya, mengawali konser Live 8, sebuah pertunjukan musik terbesar di dunia.

Jepang merupakan anggota kelompok negara-negara industri maju G-8 yang akan menghadiri KTT, Kamis (7/7), di Skotlandia.

Diva musik Eslandia, Bjork yang ikut tampil di pentas untuk pertama kalinya setelah dua tahun beristirahat mengatakan, Live 8 merupakan event yang penuh harapan untuk mengajak masyarakat agar bisa benar-benar memahami misi ini.

“Suatu saat saya merasa tidak punya harapan untuk bisa melakukan perubahan, namun harus saya katakan, ketika saya mulai mendengar berita bahwa Bob Geldof mengajak masyarakat bersatu, saya merasa ada harapan sekira lima persen. Ini lebih baik daripada nol persen,” kata Bjork kepada para wartawan seusai tampil.

Pertunjukan di Tokyo diisi pula dengan penampilan rocker Inggris, McFly, Good Charlotte dari Amerika, dan rocker berbakat dari grup Dreams Come True, Jepang. Di sela-sela pertunjukan, para artis dan para penggemarnya menjentikkan jari setiap tiga detik, sebagai simbol betapa seringnya anak-anak meninggal akibat ekstremnya kemiskinan.

Pertunjukan di dalam gedung di Makuhari itu dihadiri sekira 20.000 orang. Pihak pengorganisasi yang membagikan sebanyak 10.000 tiket gratis, belum bisa dikonfirmasi tentang jumlah pasti penonton yang hadir.

Pentolan grup band Rize, Jesse menyatakan pesan yang ingin ia sampaikan kepada PM Jepang Junichiro Koizumi yang akan menghadiri KTT negara-negara maju G-8. “Bangunlah!”.

“Ini event bagus bagi Afrika. Namun, tidak hanya Afrika, tetapi juga bagi seluruh dunia,” kata Jesse, putra pionir gitaris rock Jepang, Cha kepada wartawan setelah meninggalkan pentas.

Konser rock dunia itu dipelopori oleh Bob Geldof, bintang pop Irlandia yang pernah menyelenggarakan konser Live Aid tahun 1985, untuk mengumpulkan uang guna disumbangkan ke Afrika. Konser Live 8 diperkirakan akan sukses digelar di sembilan negara.

Live 8 bukan pertunjukan amal dan bukan untuk mengumpulkan sumbangan. Konser ini ditayangkan ke seluruh dunia.

Geldof juga menegaskan bahwa konser ini untuk memfokuskan perhatian dunia terhadap kemiskinan di Afrika, saat KTT negara-negara industri maju berlangsung di Gleneagles Skotlandia dan mendesak agar pemimpin negara kelompok G-8 itu melakukan tindakan nyata.

Batal cuti

Sementara itu, pertunjukan lainnya digelar di Johannesburg, Berlin, Paris, Roma, Moskow, Toronto, dan Philadelphia AS.

Sedangkan di Inggris, konser juga akan berlangsung di Eden Project, pusat ekologi di Cornwall. Lebih dari 160 band dan artis akan tampil di 10 tempat pada hari yang sama.

Pergelaran selanjutnya berlangsung di Stadion Murrayfield, Edinburgh Skotlandia, Kamis (7/7), untuk menandai hari pertama pertemuan puncak G-8, tepatnya di Gleneagles.

Di London, semua polisi yang akan mengambil cuti terpaksa membatalkan rencana cutinya tersebut, dan sekira 1.000 polisi bekerja untuk mengendalikan massa.

Perdana Menteri Inggris Tony Blair yang menjadi tuan rumah KTT G-8 mengatakan, langkah pengentasan kemiskinan di Afrika menjadi fokus utama dalam pertemuan itu, namun para aktivis menyatakan rasa skeptisnya.

Sebagai tekanan tambahan, sekira 100.000 orang akan turun ke jalan untuk melakukan unjuk rasa di Edinburgh Skotlandia. (AFP/A-43)***Minggu, 03 Juli 2005

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: