Perginya Pencipta Lagu ”Pileuleuyan”, Mus K. Wirya


Hayu batur hayu batur
Urang kumpul sarerea
Hayu batur hayu batur
Urang sosonoan heula 

Pileuleuyan pileuleuyan
Sapu nyere pegat simpay
Paturay patepang deui

TENTU, sepenggal lagu ini, sudah sangat akrab dengan telinga kita masyarakat Sunda. Lagu “Pileuleuyan” ciptaan Mus K. Wirya itu, hingga kini masih sering dinyanyikan. Sejak dipopulerkan oleh artis senior, Lilis Suryani pada tahun 60-an, lagu “Pileuleuyan” tetap sering dikumandangkan, dari anak-anak sekolah, dikalangan pejabat atau siapa saja, terutama saat-saat adanya acara reuni, kemping pergelaran atau acara perpisahan.

Memang, lagu “Pileuleuyan” baik syair maupun iramanya terbilang mudah dinyanyikan, cepat dihafal, dan terasa menusuk kalbu. Meski lagu ini tidak mengumbar kesedihan, namun mampu mengikat tali silaturahmi satu sama lain.

Oleh karenanya, lagu “Pileuleuyan” seringkali ditempatkan pada acara-acara riung mumpulung atau pergelaran lainnya. Selain lagu “Pileuleuyan”, masih ingat akan lagu “Pertemuan” yang dipopulerkan Anna Mathovani. Lagu “Pertemuan” juga hingga kini masih tetap populer. Lagu ini sering kali dikumandangkan pada acara-acara resepsi, atau diacara karauke, dan acara lainnya. Terutama lagu ini selalu menjadi pembuka. Tidak beda dengan lagu “Pileuleuyan”, lagu “Pertemuan” pun sangat mengandung makna yang dalam, baik syair maupun iramanya dan aransemennya yang sangat kuat.

Pertemuan malam ini tak kulupakan/pertemuan kali ini membawa kesan/ walau sejenak bertemu/ hanya sekilas memandang/ cukup memberi kenangan indah dan kudus/ Bilakah kita kan jumpa seperti ini/ memandang wajahmu lagi sepuas hati/ aku enggan untuk pulang/ walau t’lah menjelang/kuingin hidup seribu tahun lagi.

Nasib pencipta lagu, memang berbeda dengan penyanyi. Umumnya para pencipta lagu apalagi lagu lawas dikenal hanya penyanyi dan lagunya. Jarang ada yang tahu, siapa pencipta lagu yang sohor di balik karyanya.

Termasuk lagu “Pileuleuyan” dan “Pertemuan” pun sedikit yang tahu nama penciptanya. Malahan, jika tidak digagas oleh penyanyi Iga Mawarni dan kawan-kawannya yang tergabung dalam Persatuan Artis Penyanyi dan Pencipta Lagu Rekaman Indonesia (Pappri), di sana ada Vina Panduwinata, Ermy Kulit, Ireng Maulana, Nia Daniaty dll., dalam bentuk pengumpulan dana yang digelar di Murio’s Place, Selasa (13/9), mungkin keberadaan pencipta lagu “Pileuleuyan” dan “Pertemuan” tak banyak yang mengenal figurnya.

Kala itu, Mus K. Wirya tengah stroke. Atas ide para artis inilah mereka menggelar malam pencarian dana untuk Mus K. Wirya.

Tapi, Mus K. Wirya (74) akhirnya harus kembali ke hariban-Nya Minggu (18/9) menghadap Yang Kuasa, akibat menderita sakit stroke. Jenazahnya dimakamkan di Sukabumi hari itu juga, setelah sebelumnya disemayamkan di rumah duka, Perumahan Villa Nusa Indah 2 Jln. Voli Blok W-2 No. 21 Bekasi.

Mengenang Mus K. Wirya, memang sulit mencari penggantinya. Lagu ciptaannya, sungguh memperoleh tempat khusus pada masanya. Sebut saja lagu “Sampai Menutup Mata” yang dipopulerkan Tanty Yosepha (kini sudah meninggal), “Gita Malam” (Anna Matovani), “Kasih Diperjalanan”, “Burung Berkicau”, (Onny Suryono), “Tiada Lagi” (Tutty Subardjo), “Tanpa Kawan” (Alfian), “Si KUmis ” (Titiek Sandhora) dll.

Jika diurut lagu-lagu ciptaan Mus K. Wirya jumlahnya 150 buah.

Kalau saja dulu, dunia industri rekaman Indonesia maju seperti saat ini, tentu nasib Mus K. Wirya akan mengalami panen penghasilan sebagaimana para pencipta lagu lainnya yang jadi hitsmaker. Dulu, boro-boro memikirkan berapa besarnya honor, justru yang terpenting, bagaimana mencipta lagu buat penyanyi dengan baik.

Memang jasa Mus. K Wirya cukup besar mengaharumkan dunia musik Indonesia, khususnya bagi orang Sunda, di mana lagu-lagu ciptaannya “Pileuleuyan” dan Teengteuingeun” termasuk lagu yang legendaris. Dengarlah goresannya. Teungteuingeun ku naon ngantunkeun abdi/teungteuingeun naon kalepatan abdi/unggal dinten henteu weleh ngantosan.mugi sing enggal mulih deui.

Mus K. Wirya, bagaiamana pun juga termasuk pencipta lagu yang memperkaya khazanah lagu pop Sunda. Selamat jalan Kang Mus, kami tetap akan mengenang jasamu.(Eddy D. Iskandar/Galura/Ratna DJ/”PR”)*** Sabtu, 24 September 2005

Satu Tanggapan to “Perginya Pencipta Lagu ”Pileuleuyan”, Mus K. Wirya”

  1. ariesca putri rahayu Says:

    ku d sekolah bljr lgu ni jd hafal…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: