Sembilan Tahun “Cokelat” Tetap Manis


“COKELAT hanya dapat izin nyanyi 3 lagu. Mohon maaf ya!” Dua presenter tiba-tiba mengucapkan kalimat itu. Sebagian kecil dari ribuan “bintang” (sebutan untuk penggemar grup band Cokelat- red.) yang memadati pelataran Cihampelas Walk, Sabtu (25/6), tampaknya terpengaruh akan lelucon “garing” tersebut. Yang jelas, berjumlah “bintang” kemudian meninggalkan areal pementasan Kikan dkk.


VOKALIS Cokelat Kikan (kanan) mengajak para penggemarnya bernyanyi bersama dalam konser ulang tahun ke-9 grup musik tersebut di Cihampelas Walk Jalan Cihampelas Bandung, Sabtu (25/6) malam.*HARRY SURJANA/”PR”

Bukan apa-apa, grup band yang diawaki Kikan (vokal), Ervin (drum), Ernest (gitar), Ronny (bas), dan Edwin (lead guitar) itu baru muncul ketika jarum jam sebentar lagi menunjukkan pukul 21.00 WIB. Padahal, berdasarkan kabar yang beredar, Cokelat “main” pada pukul 19.00 WIB.

Ketika para personel Cokelat muncul, suasana serta-merta menanjak. Apalagi, kemudian Kikan membawakan 3 lagu hits tanpa jeda. Ketiga lagu tersebut adalah “Demi Masa”, “Luka Lama”, dan “Bukan Cinta”. Nah, seusai Kikan menyanyikan lagu “Bukan Cinta”, ketika penantian ribuan “bintang” baru saja terobati, ketika antusiasme perlahan-lahan bangkit, tiba-tiba dimunculkanlah lelucon tadi. Bisa dibayangkan, kan?

Kegiatan di panggung beralih. Kedua presenter tadi kemudian mendaulat salah seorang petinggi di Sony Music (perusahaan rekaman) tempat Cokelat bernaung- red.). Petinggi tersebut ternyata membawa kue tart, lengkap dengan lilin yang menyala. Kedua presenter itu kemudian menyanyikan lagu “Selamat Ulang Tahun” dan “Happy Birthday”. Ya, pada tanggal 25 Juni 2005, grup Band asal Kota Bandung itu berusia 9 tahun. Untuk merayakan ulang tahun itulah Cokelat didaulat tampil di Cihampelas Walk tersebut.

“Ada surprise….Cokelat kembali tampil!” Salah seorang presenter kemudian berucap. Rupanya, Kikan sendiri sempat terpengaruh akan kalimat “izin 3 lagu” tadi. Keterpengaruhan itu diungkapkan istri Yuke (salah satu personel Grup Band Dewa- red.) tersebut, sesaat sebelum melanjutkan penampilannya.

Cokelat pun kemudian bernostalgia, mengingat saat pertama kali masuk dapur rekaman –bersama grup band PADI, Caffeine, Wong, dan sebagainya– dalam sebuah album bertajuk “Indie Ten” (1998). Kikan membawakan lagu mereka berjudul “Bunga Tidur”. Selanjutnya, dalam waktu tak lebih dari 1 jam –tanpa jeda berarti– Cokelat membawakan berjumlah lagu hits mereka, seperti “Pergi”, “Saat Jarak Memisahkan”, “Ragu”, “Karma”, “Jauh”, dan “Segi Tiga”. Kikan dkk memungkasi penampilan mereka dengan membawakan lagu up-beat berjudul “Bendera”.

Bingung cari nama

Sembilan tahun lalu, seperti dilansir situs http://www.cokelat.net, ketika latihan di sebuah studio musik, tiba-tiba tersebutlah sebuah kata, “cokelat”. Kebingungan Kikan, Ronny, Robert, Bernard, dan Deden akhirnya tuntas. Tadinya, mereka bingung mencari nama yang cocok untuk grup band mereka, meski dalam waktu dekat akan tampil di kampus STSI Bandung.

Roberto Pieter, salah seorang mantan gitaris Cokelat berujar di dalam situs tersebut, “Ya udah, gimana kalau namanya COKELAT aja!, Kan gampang diingat tuh, semua orang juga suka Cokelat.” Kalimat itu terucap pas tanggal 25 Juni 1996.

Kata Kikan, sebagaimana representasi kehidupan, makanan Cokelat membawa setiap orang merasakan pahit dan manisnya hidup. “Di mana ada pengalaman manis, ada pengalaman pahit. Ada kenangan manis, ada pula kenangan pahit. Atau, sebenarnya inisiatif nama Cokelat lahir karena empat cowok pahit dan satu cewek manis?” tulis Kikan dalam situs resmi mereka.

Sembilan tahun mengukir karya, Cokelat telah mengalami banyak perubahan. Semula, ada Kikan, Ronny, Robert, Bernard, dan Deden. Saat rekaman album kompilasi “Indie Ten” (1998), Ervin masuk menggantikan Deden. Pada saat pembuatan album “Untuk Bintang” (2000), Edwin masuk menggantikan Bernard dan keluarnya Robert menjelang album “Rasa Baru” (2001). Cokelat memperkenalkan format baru menjelang album ketiga bertajuk “Segi Tiga”. Ernest, additional player sekaligus adik kandung Edwin kemudian ditetapkan sebagai gitaris Cokelat. Setelah mengeluarkan album “Tribute to Ian Antono” (2004), pada tahun yang sama, Cokelat kembali membuat album bertajuk “Dari Hati”. (Azmeer/”PR”)***Minggu, 26 Juni 2005

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: