Slank ”Sihir” Bandung

Kaka, ”Ini Kado Ulang Tahun”

KELOMPOK musik rock Slank adalah sebuah sihir. Sihir yang menggerakkan ribuan penggemar fanatiknya –yang biasa disebut slankers— untuk mengekspresikan diri mereka. Sejenis ekspresi yang kerapkali terkesan memang rada-rada menakutkan. Tapi, inilah ekspresi yang mereka pahami dari semangat lagu-lagu Slank, yaitu kebebasan sebuah generasi untuk menyatakan, mereka adalah generasi yang berbeda dari generasi sebelumnya. Generasi yang lebih bisa diandalkan.


VOKALIS kelompok musik Slank Kaka (kiri) dan gitaris Abdee ”menyihir” penggemarnya, saat Konser Plur Slank di lapangan Saparua Bandung , Sabtu (24/6).*M. GELORA SAPTA/”PR”

Slank adalah fenemona menarik dalam perkembangan musik di Indonesia. Perkembangan yang ditunjukkan oleh bagaimana mereka telah berhasil menciptakan sejenis fanatisme di antara anak-anak muda di seluruh Indonesia. Sebuah sihir yang seakan-akan membawa para slankers untuk bersatu, menjadi apa disebut Slank dalam sebuah albumnya, “Generasi Biru”.

Dan sihir inilah yang ditunjukkan Slank di Lapangan Saparua, Bandung, Sabtu (24/9) malam. Sihir yang membuat ribuan slankers tumpah ruah dengan berbagai dandanan. Mereka umumnya datang bergerombol berjalan beriringan, dan yang paling depan membawa bendera Merah Putih yang di bawahnya diikatkan pula bendera Slank. Mereka datang dari berbagai arah. Bahkan, tak jarang ditemukan para slankers yang hanya mengenakan celana pendek dan bertelanjang dada.

Sekeliling Lapangan Saparua pun ditutupi seng. Calo-calo berkeliaran menawarkan tiket. Dari harga Rp 15.000,00 sampai Rp 20.000,00 atau dua kali lipat dari harga resmi di loket yang para calo katakan sudah habis. Jika suasana pengamanan demikian ketat, rasanya bisa dipahami. Pihak panitia dan aparat tentunya tak mau ambil risiko. Setiap pintu masuk rata-rata dijaga lima pemuda berkaus putih dan berbadan kekar. Pemuda berbadan kekar itu pun menyebar di sekeliling Lapangan Saparua. Para penonton yang enggan masuk juga berkumpul di sepanjang tepi Jln. Banda, hingga menimbulkan sedikit kemacetan.

**

DI kejauhan, di atas pentas dengan latar belakang tiga big screen yang berganti-ganti, Kaka (vokal), Abdee (melodi), Ridho (gitar), Ivan (bas), Bimbim (drum) tampil prima. Digebrak dengan medley “Balikin”, “Makan Nggak Makan Asal Ngumpul”, dan “Lu Harus Gerak” energi musik mereka mampu menyihir ribuan slankers, untuk larut ke dalam emosi pertunjukan.

Lagu-lagu seperti “Bendera 1/2 Tiang” menjadi pengantar yang langsung menyedot emosi para slankers. “Ini tempat yang bersejarah. Kita mesti respek (respect) sama para pahlawan kita,” kata Kaka, sebelum intro lagu dimulai. Sebuah bendera setengah tiang ditancapkan di sisi kanan, melengkapi vokal Kaka yang rada-rada serak yang kerap melengking tinggi. Ribuan bendera dan panji-panji slankers berkibar-kibar dan dilambai-lambaikan, mengikuti suasana lagu.

Tidak cukup sampai di situ, suara Soekarno membacakan teks Proklamasi menjadi intro lagu “Generasi Biru”. Tembang-tembang lawas seperti “Virus”, “Mawar Merah”, hingga “Pacarku Ketinggalan Jaman” pun dilantunkan.

Ada satu adegan yang jarang terjadi, ketika membawakan nomor lagu “Virus”, Kaka memainkan gitar dengan petikan yang menarik. Emosi para slankers semakin meluap, dibarengi kekuatan tata suara sebesar 45.000 watt. Tak ayal, ada seorang penonton yang harus dibopong petugas medis di tiap lagunya Slank yang dibawakan. “Ini kado ulang tahun buat Bandung yang ke-195!” kata Kaka.

Kor slankers makin menjadi ketika hitsnya “Terlalu Manis” dibawakan. Bimbim (drum) turut bernyanyi sembari maju dengan rokok di sela jarinya. “Kenangan yang indah di Bandung, takkan kulupakan,” demikian salah satu potongan syairnya. Dan takkan kulupakan kenangan macet di malam menjelang HUT Bandung.(Ahda Imran/Roby Nugraha)*** Minggu, 25 September 2005

2 Tanggapan to “Slank ”Sihir” Bandung”

  1. gw cyx bgt ma yg namx slank.slank adalh band terbaik di indonesia
    good luck buat slank.lawan DPR brengsek 2.and buat lagu yang judulx DPR pencandu homo sex

  2. logonya mana????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: