Beside, batalkan kontrak hingga Maret

Selasa , 12 Februari 2008 , 00:32:31 wib

Taufik Ismail

Tgl 09 Februari 2008 adalah hari kelabu, buat kita para sceen underground di kota Bandung bahkan Indonesia.

Begitulah ungkapan bernada simpati yang disampaikan personil group musik underground Beside, setelah mengalami musibah saat menggelar konser di Asia Africa Cultural Centre, Sabtu (9/2) lalu. Pesan tak lupa menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban, sambil menulis nama sepuluh korban yang tewas kehabisan oksigen saat nonton konser.

Group Beside eksis sejak pertengahan tahun 199 di kota Bandung Indonesia. Kelompok musik itu lahir di tengah-tengah komunitas yang cukup ternama di Indonesia “HOMELESS CREW”. Sebuah band project yang asalnya memainkan musik-musik hardcore pada zamannya dari mulai Rykers, Strife, Earth crsis dll.
Berganti-ganti personel adalah menjadi suatu kebiasaan, bahkan di akhir tahun 2007 Beside masih berganti personel.

Fattah, salah satu Gitaris Beside yang terakhir harus resign, karena kesibukan kerja yang sangat padat. Ichad Heaven adalah orang yang terpilih untuk menutup kosongnya formasi.

Sepuluh tahun bukanlah waktu yang sebentar untuk menyelesaikan satu album. Hal itu karena seringnya berganti ganti personel, dan konsep musik yang masih belum, menjadi faktor grup Beside.

Namun tak disangka, peluncuran album pertama Beside berujung malapetaka. Sepuluh penggemarnya tewas karena kehabisan oksigen di dalam gedung AACC.

Penabuh drum Beside, Bebi, mengatakan, tak menyangka tragedi akan terjadi saat peluncuran album bertitel Against Our Selves ini. “Terlebih kami iklan lewat media tidak gencar. Hanya di empat radio,” katanya, Senin (11/2).

Namun, band yang beranggotakan Bebi (drum), Ichad (gitar), Hanhan (gitar), Fane (bass), dan Agung (vokal) cukup kaget ketika akan masuk ke gedung AACC Sabtu sore. “Kami sulit masuk ke dalam gedung. Di luar sudah penuh,” ujar Bebi.

Ia menuturkan, Beside mulai manggung sekitar pukul 19.00.
Membawakan 10 lagu yang ada di album tersebut, mereka mengakhiri konser sekitar 20.30. Diakuinya, saat kejadian tak ada keributan yang terjadi. Keributan terjadi setelah konser selesai.

Bebi yang langsung masuk back stage tak mengetahui pasti kejadian tersebut. “Yang saya tahu, di dalam sudah penuh. Dan banyak penonton yang mau masuk. Padahal acara sudah selesai,” tuturnya.

Namun, Bebi juga mengakui ada pembagian bir saat acara itu. Jumlah bir yang dibagikan sekitar 40 gelas. “Tidak semua penonton. Hanya penonton bagian depan saja yang diberi bir,” ujarnya.

Dikatakan juga, penonton yang meninggal dunia itu di bagian belakang. Dan itu karena desak-desakan di antara penonton.

Bagaimana dengan Beside pasca kejadian ini? Bebi menjawab, mereka tidak akan berhenti bermain musik. “Kita tidak akan berhenti main musik,” imbuhnya.

Namun, kejadian ini membuat lima personil Beside cukup syok dan stres. “Temen-temen syok dan juga stres berat. Kini kami akan menenangkan diri dulu,” tuturnya.

Bahkan, mereka berencana akan mengunjungi keluarga-keluarga korban yang meninggal dunia saat hadir di acara peluncuran album mereka. “Ke depannya kita akan datang ke keluarga korban. Itu sudah kita rencanakan. Mungkin kalau ada rezeki kita juga berikan santunan,” jelasnya.

Selain itu, rencana manggung Beside selama beberapa bulan ke depan akan dibatalkan. Bebi menyebutkan, ada sekitar lima sampai enam konser yang dibatalkan. “Kita juga mengensel kontrak-kontrak. Kontrak sampai Bulan Maret dibatalkan,” sebut Bebi.

Mengenai album yang mereka luncurkan, Bebi mengatakan, album tersebut memuat 10 trak lagu karya mereka. Album tersebut menurutnya juga dilirik oleh penggemar musik di luar negeri. “Kita sekarang sedang negosiasi untuk itu,” katanya.

Beside pun tak hanya sering manggung di Bandung. Kota Surabaya, Yogyakarta pernah disambangi mereka.

“Tapi memang di Bandung penggemar kami paling banyak. Apalagi kalau lihat banyaknya penonton seperti kemarin malam. Itu jumlah penonton yang paling banyak,” tuturnya.

Di akhir wawancara, ia berharap kejadian seperti ini menjadi kejadian terakhir kali di dunia musik di Bandung. Bebi juga mengingatkan, dengan kejadian ini menunjukan Bandung membutuhkan tempat konser musik yang cukup representatif.(tis)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: