Tertibnya Nonton Konser The Police


Jullya Vigneshvara

SETELAH beberapa hari diguyur hujan, cuaca Singapura malam itu, Senin 4 Februari 2008 cukup cerah seolah-olah bergairah menyambut konser The Police.

Jovi --The PoliceSesorean saya mondar-mandir tak sabar menunggu jemputan teman-teman saya. Saya menelepon mereka, memburu-buru mereka. Khawatir sulit masuk arena jika kita tiba beberapa saat sebelum pertunjukan dimulai.

“Kita harus datang lebih awal. Kalau tidak, pasti nanti masuknya berdesak-desakan karena tiketnya sold out,” kata saya. Terbayang hiruk-pikuk dan sesaknya manusia dalam show-show di tanah air.

Dari seberang telpon, teman saya menenangkan. Katanya masih banyak waktu meski kami baru akan berangkat jam 7 dan konser dimulai jam 8. Saya tidak percaya dan gelisah.

Meskipun beberapa tahun terakhir ini para penonton konser di Indonesia sudah relatif tertib tapi beberapa kali masih ada saja kejadian berdesak-desakan yang hingga memakan korban sampai meninggal.

Setibanya di Singapura Indoor Stadium, saya tidak melihat antrean yang berdesak-desakan meskipun 10 ribu orang dari bermacam etnis tumpah ruah di sana.

Ternyata kekhawatiran saya tak beralasan. Semua penonton masuk dengan tertib pada pintu-pintu yang telah disediakan berdasarkan kelas tiketnya.
Lucunya, malam itu justru lebih panjang antrian orang membeli bir di kafe-kafe di halaman stadium daripada di pintu-pintu masuk stadium. Bahkan bisa dibilang hampir tidak ada penonton yang bandel meskipun bisa dibilang minim pengamanan.

Selain itu petugas keamanannya pun tidaklah sangar dan tidak berteriak-teriak saat harus mengingatkan para penonton. Semua petugas keamanannya terlihat simpatik meskipun tetap ada kesan tegas.

Saya juga tidak melihat calo yang berkeliaran menjajakan tiket secara paksa. Tiket konser bisa dibeli jauh-jauh hari melaui internet atau di agen-agen yang telah ditunjuk. Kondisi ini tentu saja membuat kita merasa aman dan nyaman.

Fenomena yang menarik adalah bahwa ternyata 40 persen penontonnya berasal dari Indonesia. Artinya, pasar penonton konser di Indonesia sebenarnya sangat bagus. Festival jazz tidak pernah sepi.

Beberapa konser grup-grup musik internasional juga selalu padat. Tapi menurut teman-teman saya yang berkecimpung sebagai penyelenggara event, banyak artis internasional sulit mengiyakan permintaan manggung di Indonesia karena pertimbangan faktor keamanan dan infrastruktur lainnya.

Bayangkan berapa banyak devisa yang beralih ke luar negeri karena penggemar musik yang fanatik ini akan rela memburu band idolanya ke mana saja.
Malam itu The Police tampil memukau para penggemarnya. Semuanya turut menyanyi dan berjingkrak bersama dari awal hingga akhir pertunjukan. Dan selama pertunjukan berlangsung, penonton tetap tertib.

Bahkan kesan saya, para penonton di Singapura ini sangat sopan-sopan. Saat teman-teman saya ingin menyaksikan aksi Sting, Andy Summer dan Stewart Copeland lebih dekat dari panggung, mereka tinggal bilang permisi pada penonton-penonton Singapura yang dengan baiknya memberikan jalan.

Menurut teman-teman saya yang kebetulan expatriat, penonton di Singapura lebih beradab daripada di beberapa negara Barat.
Teman saya, Chris, yang pernah menonton konsernya Race Against The Machine di Australia juga mengalami saling dorong dan saling mendesak secara agresif.

Malam itu penonton Indonesia di Singapura juga tertib dan sopan. Saking sopannya, saat Sting mengucapkan salam perpisahan, penonton dengan patuhnya bubar dengan rapi.
Sementara itu saya masih merasa belum puas. Maka tinggallah saya berteriak-teriak sendiri, “we want more..we want more..eh I want more..!”
Saya baru sadar bahwa pertunjukan benar-benar telah usai saat stadium benar-benar telah lengang. **

Jullya Vigneshvara- tinggal di Banda Aceh NAD gemar melancong, menulis dari Singapura

source : tribunjabar.co.id
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: