Underground, Musik Apa Itu?

Senin , 11 Februari 2008 , 01:40:11 wib

MUSIK underground sering dianggap musik yang bernuansa kekerasan. Itu karena tema-tema musiknya yang kerap mengusung tentang kematian, siksaan, neraka, kehidupan setelah kematian, kritik, protes, dan kecaman.

Terlebih dengan kejadian di Gedung AACC Bandung, konser musik undergriund yang berujung maut, semakin mengentalkan citra negatif.
Padahal sebetulnya tak ada hubungan musik underground dengan kekerasan, apalagi menjadi penyebab tragedi maut di Gedung AACC.
Lagu bagaimana sebetulnya perjalanan musik yang dinilai radikal ekstrem karena lirik-lirinya yang memang jauh dari kesan indah ini?
“Underground tumbuh di Indonesia pada awal-awal era 90-an. Dulu, aliran ini identik dengan anak-anak urakan,” kata Ken-Ken, mantan vokalis grup band underground di Jakarta, Minggu (10/2).

Awal-awal tumbuh di kalangan anak-anak urakan itu membuat underground dikenal sebagai aliran ekstrem. Predikat itu semakin kental ketika sejumlah konser underground waktu itu kerap melahirkan kericuhan. Ken-Ken mengatakan, biasanya dalam konser musik underground muncul subgender yang mempunyai massa pendukung dan subgender yang lainnya juga massa pendukung.
“Yang dari punk punya pendukung sendiri, yang dari metal juga punya sendiri. Awalnya hanya ejek-ejekan, kemudian ribut di dalam. Hal seperti itu kerap terjadi, terutama di kota-kota kecil,” lanjut pria kelahiran Surabaya ini.

Meski Kenken mengatakan kericuhan memang ada dalam sejarah konser musik underground, vokalis musik Sing Ken-ken ini menyebut, tidak pernah ada yang separah seperti terjadi di Bandung Sabtu (9/2) malam. Apalagi, kata dia, para peminat underground sekarang ini sudah lebih dewasa, lebih cerdas dalam menyalurkan idealisme musik mereka.
“Aku nggak pernah mencatat kericuhan yang pernah terjadi. Tapi, nggak pernah separah ini,,” sambung Ken-ken yang mengaku meski sudah tidak aktif, tapi masih kerap nongol di konser underground.
Penyanyi jazz yang juga kerap hadir dalam konser musik underground, Syaharani

juga menyebut, dibanding era 90-an, pemusik underground sekarang jauh lebih matang. Rani, panggilannya, mengaku tidak sepakat dengan label radikal ekstrem yang diberikan kepada para pemusik underground. Ia mengatakan, sekarang, peminat underground tingkat pendidikan dan tingkat apresiasi musiknya sudah lain.
“Mereka memang punya idealisme sendiri dan mereka ingin membuktikan bahwa idealisme mereka tidak kalah juga dengan industri musik. Dan menurut saya itu perkembangan cara berpikir dan cara berbisnis anak-anak muda. Mereka ingin punya assosiate sendiri. Ada banyak hal positif kok pada komunitas underground ini,” kata Rani.

Syaharani tidak mau menyebut peristiwa nahas di Bandung distimuli oleh aliran musik keras yang diusung oleh grup Beside yang beraliran punk. Ia lebih senang membahas prosedur pengamanan sebuah konser. Sebab, kata dia, tidak ada bedanya orang-orang yang underground dan bukan underground, mereka sama-sama manusia.

“Tidak ada masalah, apa jenis musiknya karena valuenya manusia sama lho. Namanya musibah bisa datang tanpa pilih-pilih jenis aliran musik. Penyelenggara harus benar-benar memperhatikan masalah-masalah keamanan. Kalau yang di Bandung ini kan masalah di luar content art nya” kata Rani yang mengaku gandrung dengan musik underground sejak 2001 .(persda network/had)

source : tribunjabar.co.id

17 Tanggapan to “Underground, Musik Apa Itu?”

  1. ada yang bilang aliran musik underground,black metal,punk dan pemusik yang sejenis,adalah aliran pemuja setan apakah itu benar?

  2. musik underground di indomesia bukanlah sasat ..karena apa?di indo cuma menggambarkan kalau ada orang penyembah setan,ritual,bunuh diri,siksa batin,emang sih kalau dbarat mayoritas tu memang dia mengekspresikan kalau mereka satanusme lewat musik,,sdsngkan diindinesia musik sjenis blackmetal bkn sesat tp cuma menggambarkan dan mengekspresikan,,mereke menggambarkan kalau diriya setan/iblis yang berkuasa atas jiwa manusia…mreka berprinsip kalau hitam aliranku sesat bukan jalanku..banyak lho musik underground yang mngusung tema tentang supaya kita ingat akan mati dan sadar akan siksaan neraka..SOSIAL PMERINTAHAN.jadi ksimpulanya underground di indonesia sangatr positif krna:
    memgingatkam ttng:
    ajal,setan yang mengusai jiwa kita,MSALAH SOSIAL,KORUPSI,MANUSIA YG TERJERUMUS KE KEGELAPAN,KESUCIAN,ttg pembunuhan,penyakit teror..dll

  3. UNDERGROUND TIDAK SESAT…!!!
    HITAM ALIRAN MUSIKKU
    SESAT BUKAN JALANKU…..

    KAMU TAU OPICK PENYNYI RELIGI TOMBO ATI..DYA BEKAS TENGKORAK LHO…]
    KAMU TAHU OMBAT NASUTION??DYA VOKALISNYA…SMUA PERSONIL TENGKORAK ANAK KYAI+HAJI LAGI……..

  4. Salah apabila musik UNDERGROUND Indonesia adalah satanisme atau brutalisme..!! di Indonesia musik underground lebih pada ekspresi kemurkaan kelompok minoritas untuk melawan segala tingkah penguasa di negeri ini lewat musik.KORUPSI,KETIDAKADILAN yang secara luar biasa dilakukan oleh para penguasa negeri. APAKAH KITA HANYA BISA DIAM SAJA…..?????

  5. IYA SAYA SETUJU,MUSIK METAL UNDERGR0UND MENDUKUNG MASYARAKAT SOSIAL,ORANG TERTINDAS,BAHKAN ANTI ZI0NIS ISRAEL(TENGK0RK)

  6. apakah kalo berekspresi dengan cara seperti itu nanti-nantinya g bakal memuja-muja si “itu”?

    biasanya kegiatan yang di lakukan berterus-terus bakalan nempel di dirinya….

  7. WALAH WALAH UNDERGROUND ITU WAJIB COI

    AKU MALAH RA BISA TURU NEK AKU RA NGRUNGOKNA MUSIK KUWI

  8. saya tertawa ngakak membaca bahwa beside punk. Sejak kapan Beside jadi punk! Mungkin pembuat blog ingin menjadi sumber, tapi anda tidak terjun secara langsung dan bertanya pada anak2 BesideNya atau saksi yang langsung menyaksikan.

    Saya salah satu yang orang hadir pada saat konser launching beside.
    Saat konser berlangsung tidak ada satupun perkelahian atau apapun yang berbau kekerasan. Karna jelas2 hasil otopsi dari doktor orang2 yang meninggal karna kehabisan oksigen bukan karna perkelahian, saya setuju dengan mbak syahrani, penikmat underground sekarang lebih dewasa.

    Menurut saya, adanya tragedy AACC ini adalah sebuah musibah.. Karna ini bukan event sekali atau 2 kali di kota bandung. tapi ribuan event! tapi ga pernah ada kejadian apa2 dan semuanya baik2 saja. Bahkansebelum Beside launching seringai pun di langsungkan di AACC.

    Yang saya liat pada saat itu memang orang yg datang banyak banget, sepanjang jalan braga di penuhi oleh orang2 yang memang pgn banget nonton beside. Dan menurut saya pribadi band itu memang bagus, jadi wajar klo penuh. Yang saya kecewakan media terlalu membesar2kan , dengan adanya minuman beralkohol diarena pertunjukan, panitia yang membagikan minuman. karna yang saya alami tidak seperti itu, saya masukdi geledah, untuk tidak membawa senjata tajam, minuman beralkohol, memakai helm ke dalamarena pertunjukan, jadi lucu sekali kalau panitia membagikan alkohol, untuk ribuan orang,padahal untuk membuat event tersebut berjalan saja mereka harus patungan.

    Yang jadi permasalahan adalah, Gedung! Gedung AACC memang terlalu kecil berkapasotas 800 orng, tapi.. kenapa selalu gedung AACC yang digunakan, karna pda saat itu di bandung hanya AACC yang bisa di gunakan. Yang lainnya pihak2 gedung tidak pernah mengeluarkan izin untuk konser2 underground. Bandung mempunyai Sabuga, memang tempat yang sangat refresentatif, tapi dengan harga sewa yang selangit.
    sedangkan konser2 underground di bandung hanyalah acara scene kolektifan yang benar2 patungan.

    Menurut saya tidak ada yang harus disalahkan, mungkin pemerintah harus lebih memperhatikan ttng kreatifitas anak2 muda di Indonesia. dan mendukung segala tindakan positif dari kaum2 muda, memberikan fasilitas yang layak untuk kami para penikmat underground, karna secara tidak kita sadari underground pada era ini sudah mindstream. Dan mungkin mau tidak mau pemerintah atau pihak manapun harus mengakui kalau kita adalah komunitas yang besar. Dan mungkin suatu saat UNDERGROUND ATAUPUN INDIE BISA MENJADI ANCAMAN UNTUK INDUSTRI MAJOR LABLE.

    Dan untuk “Underground adalah musik setan!” Jangan bodoh.. band pop atau dangdut atau apapun.. klo lyric mereka berbau satanisme ya mereka band satanic lah.. dan gimana klo underground bertemakan lyric cinta? apa mau bilang underground musik romantis? hahaha statement yang tidak bertanggung jawab saya rasa, terlalu memojokan. Lyric hanya ungkapan hati, kita hanya mencoba jujur dengan apa yang kita rasain, mau itu cinta, atau apapun..

    – agung , Bandung

  9. banyak yang bilang underground musik setan atau musik sesat atau apalah, itu bagi orang-orang yang menilai underground adalah musik berisik yang harus dimusanahkan
    hahaha. . .

    lucu. . .lucu. . .
    kenapa orang-orang selalu menilai sesuatu hanya dari luarnya saja????

    musik underground adalah semangat buat aku, karena aku bebas mengekspresikan semua unek-unek aku. . .

    get new spirit for underground. . .

    gothick my music

  10. kalian semua salah . . .

    .uge itu bukan sekolah , ,yg bisa seenak mbah mu aja masuk” ug. . .
    dan ug itu gagh bisa di sebut anagh. . .

    ,karna sebener nha ug itu adalah sebuah kaum yg mempunyai jalan hidup mereka sendiri , ,sebuah kaum yg mempunyai ketertarikan dalam bidang musikkkkk . . .

    .jadi , ,tuk para kaum ug . ..

    .chayyo truss. . .

    .teriakan nama kalian , ,
    bukti kan kalian ada . ..

    .tingkat kn prestasi kalain dalam bermusik. . . . . .

  11. musik underground hanya untuk di dengar oleh telinga-telinga manusia yg terpilih….
    gue setuju hitam aliran ku tapi sesat bukan jalan ku…..
    black metal we are all brothres……

  12. heriyadi ganastis Says:

    musik underground sangat asik buat dijadikan hayalan,,,selalu semangat buat pnikmat musik underground & selalu but karya2 yang lebih ganas

  13. betul gw setuju bnget ma klian semua..

  14. oi…….
    cheers semua

  15. PRO UNDERGROUND > bukan untuk menyakiti DIRI SENDIRI maupun orang lain..

  16. underground merupakan slah stu mediasi tuk menorehkan inspirasi bermusik,bukan slah stu mediasi tuk menorehkan kesesatan bermusik,lg pula bnyak pesan moral dlam lirik2 ny,so UG bkn ksesatan dlam hdup gw,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: