REMAJA DAN JAZZ

Ditulis oleh : Endah Widiastuti *)

Pengaruh musik jazz di kalangan remaja memang kurang semarak dibandingkan musik yang lain. Hampir sama dengan musik klasik, jazz dianggap sebagai musik yang sulit diterima oleh mereka. Sebagian besar remaja ingin mencari dan mendengarkan musik yang mewakili kepribadian. Contohnya, jazz dianggap “tua” dan memusingkan, sedangkan Hip Metal dianggap lebih funky dan keren. LimpBizkit pun jadi lebih dikenal dibandingkan Miles Davis lumrah terjadi karena musik pop, acid jazz, soul dan rock lebih dominan beredar di lingkungan masyarakat. Namun ada satu hal yang menarik perhatian saya, bahwa sebenarnya mereka memiliki keinginan untuk mendengarkan dan mempelajari jazz tetapi tidak bisa “menterjemahkannya”. Mereka lebih bisa menyimak lirik untuk menjiwai daripada mendengar serangkaian not yang bercerita.

Saat ini, jazz mulai “in” di sekolah saya (SMU 34, Pondok Labu) karena adanya tayangan video klip Reborn yang menarik. Seringkali terdengar senandung lagu Reborn dan Aku Ingin ciptaan Indra Lesmana di kantin atau di kelas, bahkan beberapa teman yang awalnya tidak suka jazz berujar ternyata jazz itu bisa funky juga. Pengaruh media massa untuk menciptakan apresiasi di kalangan remaja sangatlah besar karena sesuatu yang baru selalu berintegrasi dengan kehidupan sehari-hari mereka yang dinamis. Ketidaktahuan remaja terhadap musik jazz maupun klasik bukan berarti karena mereka bodoh, tetapi sesungguhnya mereka tidak pernah tahu bagaimana musik jazz dan klasik itu. Waktu yang mereka habiskan bukan untuk berleha-leha di kamar dan mendegarkan komposisi semacam itu namun di depan televisi dan melakukan berbagai kegiatan lainnya. Itulah saat-saat terbaik untuk memberikan informasi kepada mereka.

Upaya lain untuk memasyarakatkan jazz di kalangan remaja selain media massa adalah melalui tempat kursus musik. Bukan berarti setiap anak HARUS bisa main atau menjadi musisi jazz, tapi pengenalan berbagai jenis musik penting untuk pengetahuan dan penghargaan terhadap jenis musik lainnya. Diskusi antara saya dan teman-teman yang sering dibahas adalah perbedaan mempelajari jazz, klasik dan blues, cara menyimak lagu tanpa lirik, arti dan maksud dan cara improvisasi karena selama ini mereka hanya mendengarkan dan mengkopi permainan orang lain, mereka tidak mengerti fungsi musik sebagai komunikasi sama halnya dengan bahasa. Dan ketika mereka tahu bahwa drummer band Anu (terkenal) ternyata seorang musisi jazz juga, mampu menjadi penyebab keingintahuan (mereka) seperti apa jazz itu. Informasi seperti inilah yang dicari remaja. Mereka tidak pernah menganggap rendah musik apapun juga. Bahkan mereka cukup selektif dan kritis dalam menilai musik. Sayangnya begitu jarang media massa yang menayangkan serta mengulas tentang musik dan filosofinya, akibatnya remaja kurang memiliki kekayaan dalam pengetahuan mereka.

Remaja dan jazz memang tidak akrab namun selalu berusaha untuk saling mengenal. Media massa memiliki aplikasi yang baik untuk menyalurkan dan memenuhi keingintahuan remaja. Seperti guru menyampaikan ilmu yang baik untuk muridnya, diharapkan media massa memiliki visi yang serupa. Banyak hal-hal menarik berkaitan dengan jazz yang bisa dinikmati remaja. Jazz bukan berarti tidak up to date, justru jazz adalah musik revolusioner yang selalu megikuti perkembangan jaman karena inprovisasinya selalu berubah dan berkembang sepanjang waktu. Hal ini baik pula untuk penyaluran ekspresi remaja yang kreatif dan inovatif. Salah satu bukti keingintahuan remaja terhadap musik jazz meningkat adalah mulai bermunculannya band-band muda yang memainkan musik jazz (mainstream). Siapa bilang jazz itu musiknya orang tua…

*) Siswa Kelas III IPS 1 SMU Negeri 34, Pondok Labu, Jakarta

taken from : wartajazz.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: