Angklung Diusulkan Jadi Mahakarya Indonesia

Senin, 06 Agustus 2007 | 18:27 WIB

TEMPO Interaktif, Bandung: Sekretaris Jenderal Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Sapta Nirwandar mengatakan, pemerintah tengah mendaftarkan angklung agar diakui sebagai salah satu mahakarya Indonesia. “Selain batik dan keris, kita daftarkan juga angklung,” kata Sapta di Bandung, Senin (6/8).

Menurut Sapta, pihaknya sudah mendaftarkan angklung
kepada UNESCO sejak dua tahun lalu. Saat ini, kata
dia, badan PBB itu tengah mempelajari angklung apakah
memenuhi syarat atau tidak. “Antara lain originalitas,
spesifikasi, dan dampak terhadap masyarakat,” katanya.

Sapta menambahkan, angklung merupakan warisan budaya
yang menarik. Selain terbuat dari bambu, kata dia, alat musik itu bisa menghasilkan nada yang dimainkan tidak hanya individual, tapi secara kolektif. “Ditambah lagi dengan kreativitas dari Mang Udjo, angklung bisa dimainkan secara interaktif,” katanya.

Selain mendaftarkan angklung sebagai mahakarya, kata
Sapta, pemerintah juga akan melakukan penelusuran
tentang asal muasal alat musik tradisional itu. “Agar
asal-usul angklung dapat dipertanggungjawabkan secara
ilmiah,” katanya.

Untuk melakukan penelusuran ini, kata Sapta, pihaknya
bekerja sama dengan sejarawan, masyarakat musik
angklung Indonesia, serta penelusuran literatur. Jika
hasilnya nanti angklung terbukti berasal dari Jawa
Barat, pemerintah akan segera mendaftarkan hak ciptanya. “Karena menurut peneliti, angklung merupakan bagian dari kehidupan masyarakat Jawa Barat,” ujarnya.

Rana Akbari Fitriawandari : tempointeraktif.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: