Dari Sekadar Musik,Disulap Menjadi Komunitas

 
Rabu, 26/03/2008

Bagi sebagian orang yang tidak biasa mendengarkan jazz,musik ini akan sedikit terdengar asing di telinga dan terasa hambar.

NAMUN, jangan salah tampaknya paradigma tersebut saat ini sudah berubah seiring dengan revolusi industri musik tanah air. Jazz sekarang sudah berkembang bukan hanya musik,tapi disulap menjadi komunitas.Di Kota Bandung khususnya ada beberapa komunitas jazz.Ini dicluster menjadi beberapa bagian sesuai dengan jenis musik jazz seperti Acid Jazz,Funk Jazz,Mainstream Jazz sampai Techno Jazz yang sudah dibubuhi Disc Jockey (DJ) pada setiap penampilannya.

Lava salah satu DJ yang berafiliasikan musik jazz menyatakan, seluruh DJ di dunia saat ini kiblatnya pada musik jazz. Ini bisa terlihat pada penggunaan nada-nada broken chordpada setiap fill-nya. ”Makanya aku sendiri yang gabung sama anak-anak di Cellar Dine and Wine selalu membawakan musik-musik berirama jazz dengan DJ sebagai pengganti drum atau alat perkusi lainnya. Hasilnya bisa dilihat, tidakterlalubisingdansangat easy listening,”imbuhnya. Salah satu pelaku musik yang juga sekaligus pengajar gitar berbasis jazz,Agung Setia Giri menyebutkan, bukan hanya pelaku musiknya saja yang berjasa mengampanyekan musik jazz di Kota Bandung.

”Saya lihat kafe-kafe di Kota Bandung juga punya andil mengampanyekan musik jazz,hingga bahkan komunitas jazz terbentuk di kafekafe tersebut. Seperti Cellar Dine and Wine, Roemah Nenek Resto and Cafe, Atmosphere Resto, Neo Calista,dan masih banyak lagi.Saya sendiri punya komunitas yang biasa gabung di Roemah Nenek Resto and Cafe,”ujar Agung. Jazz lahir di New Orleans, Amerika Serikat. Musik ini tidak lantas dikembangkan orang Amerika asli, tapi oleh sebagian orang Afro Amerika.

Jazz yang juga pecahan dan kembangan musik bluesdahulunya dimainkan oleh para budak belia.Tapi, karena asalnya dari budak,makanya saat ini berbalik menjadi salah satu musik terkeksklusif di dunia setelah klasik. Di Indonesia khususnya di Kota Bandung, imej eksklusif terhadap musik Jazz yang selalu menempel pada kaum tua, sudah tidak lagi terlihat. Musik Jazz saat ini sudah dimodernisasi.

Hal ini memang tidak luput dari afiliasi westernisasi yang kerap dianut penikmat maupun pelaku musik di Indonesia. Sebut saja nama Jamie Cullum,Michael Buble,Norah Jones,Incognito,Earth Wind And Fire merupakan pelaku musik Jazz mancanegara yang berhasil menyusup ke pergaulan anak muda dunia termasuk di Indonesia juga di Kota Bandung. Nama-nama itu juga beberapa kali hadir di Indonesia. (radi saputro/ bersambung)

dari : seputar-indonesia.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: