Dicibir di Makassar, Dielukan di Bandung: ABG Makassar yang Sukses di Indiefest 2006

 

20 Februari 2007 – 10:57

 

TIGA kota besar di Indonesia, Yogyakarta, Bandung, dan Surabaya, menjadi saksi bisu betapa seleksi LA Lights Indiefest 2006 berlangsung begitu ketat. Puncaknya, 10 Februari di Bandung. 12 band finalis “diseret” ke dapur rekaman di bawah bendera Fast Forward Record. Satu diantaranya, ternyata “diawaki” anak-anak Makassar.Laporan: Yusuf Said, Jakarta. HOLLYWOOD Nobody (HNb) yang sukses dengan lagu Kiss The Pain Away, dipilih salah satu band finalis yang dalam waktu dekat sudah masuk dapur rekaman. Grup band ini didominasi anak-anak Makassar, meski mendaftar di daerah di Indiefest lewat bendera Bandung.

Nama (HNb) menggambarkan sejauhmana cita-cita mereka gantung. Namun anak-anak muda ini, tetap punya rasa sadar diri bahwa mereka bukan siapa-siapa. Mereka berani menyimpan harapan dan merasakan hangatnya Hollywood. Bersama 11 band lainnya masing-masing Vincent Vega (Shane), The Rinos (Beri Waktu Seminggu), C Cord (Choice), Pegawai Negri (U Cant Take My Heart), Dojihatori (This Soul), Airport Radio (Shattered Life), Key Kuno (Cerita Esok Hari), Gerbang (Cerpen), Vox (Ill See You), 70s Orgasm Club (Pepermint Insect), dan Lovely Tea (Train), HNb mendapat apresiasi sebagai yang terbaik di tahun 2006 dari 1.400 band indie dari tiga kota selama penyisihan.

Bahkan, band bermabes di Jl. Bukit Indah 1 No. 1 Ciumbuleuit Bandung, 29 September 2005 lalu ini mendapat penghargaan sebagai satu-satunya finalis yang dibuatkan videoklip. Bintangnya, yah personil HNb juga. Dari tujuh personilnya, hanya Ferry (Basis) asal Jawa Barat. Enam lainnya, Dian (Vokal), Irma (keybord), Romy (Gitar), Miba (Drum), Oo Jimbe, dan Dilling (Biola) adalah anak-anak Indie yang tumbuh dan besar di Makassar. Menuntut ilmu di Bandung menjadi simpul pertemuan mereka. “Sejak di Makassar, kami memang semuanya berteman. Pas ketemu dan sama-sama kuliah di Bandung, kami pun sepakat membentuk HNb,” tegas Dian.

Prestasi gemilang ini membuat mereka di banjiri pujian di Bandung, Jogjakarta dan bahkan Surabaya. Saat showcase di Asia Afrika Convention Centre (AACC), tiga tembang berturt-turut yang dilantunkan HNb, Kiss The Pain Away, Secret Nobody Knows, dan The Betrayal, selalu mendapat applaus sekitar 500-an anak Indie Bandung yang memadati AACC. Hampir menyamai sambutan yang bergelora untuk band tamu Indie seperti The S.I.G.I.T dan Mocca. Sentuhan bosas diwarnai violin (biola) membuat mereka tampil beda dibanding yang lainnya. Prestasi ini, terang-terangan diakui Dian bisa mengobati pengalaman buruk yang dialami bandnya saat manggung di Makassar. Di event “Makassar Bisa Tonji3,” penampilannya di Pantai Losari November tahun lalu, mendapat teriakan ejekan. “Mereka menyuruh kami turun dari panggung. Ada yang bilang musik apa itu? Padahal, apa yang kami mainkan itulah yang ingin kami perdengarkan. Musik berwarna Bosas ini adalah representasi kami. Kami tidak akan pernah berpikir untuk memainkan musik yang mereka ingin dengarkan. Itulah Indie (Independent) yang sebenarnya,” ungkap Dian.

Dian dan adiknya, Irma, boleh dikata pentolan HNb. Bukan hanya karena menjadi pencipta 16 lagu (semuanya berlirik Inggris), keduanya juga bertindak sebagai manajer band sementara. Keduanya adalah putri pasangan Dr Irawan Yusuf (Dekan Fakultas Kedokteran Unhas) dan dr Mardiani Radjuni (Ketua Unit Transfusi Darah PMI Makassar). Dian (2001) dan Irma (2003), serta Romy (2002), alumni SMA 2 Makassar. Dian sudah menyelesaikan study SI Hukum di Unpar. Sementara Irma masih kuliah di universitas yang sama. Romy sendiri masih studi di Institut Teknologi Nasional (Itenas). Sementara OO dan Dilling masih terdaftar sebagai mahasiswa Universitas Pasuruan (Unpas). Hanya Miba yang saat ini sudah kelar kuliah dan beraktivitas sebagai tentor drum di salah satu lembaga musik di Bandung. Musik Indie di mata anak-anak Makassar ini bermakna kebebasan. Mulai memainkan musik, sampai dengan berekspresi bahkan dalam berdandan. “Pokoknya, inilah musik kami,” tegas personil HNb serempak usai tampil di AACC. Album Kompilasi 12 Band LA Lights Indie fest bisa anda dapatkan di toko-toko terkemuka. Berisikan 12 lagu, dengan warna musik yang bervariasi.

Doc: Fajar Online

dari : lalightsindiefest.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: