Intan dan Vivi Menyabet Gelar Ratu Topeng-Dangdut

Senin, 25 Pebruari 2008 | 12:08 WIB

TEMPO Interaktif, Bekasi:Masyarakat Bekasi kini memiliki ratu pengdut (topeng-dangdut), yakni Intan Rengganis dan Vivi Savila. Dua ratu yang masih berstatus pelajar itu menyabet juara dalam final Audisi Dangdut One Center di Restoran Wulan Sari, Kota Bekasi, Minggu (24/2) malam.

BEKASI–Masyarakat Bekasi kini memiliki ratu pengdut (topeng-dangdut), yakni Intan Rengganis dan Vivi Savila. Dua ratu yang masih berstatus pelajar itu terpilih dalam final Audisi Dangdut One Center di Restoran Wulan Sari, Kota Bekasi, Minggu (24/2) malam.

“Saya siap menjadi duta Bekasi melalui Pengdut,” kata Intan didampingi Vivi usai audisi. Audisi dengan juri Taufiqurrohman, Supriadi Malidar, Warsih, dan Komaruddin Ibnu Mikam tersebut, juga menetapkan 5 orang peserta sebagai putri dangdut.

Yakni Tati Ermiyati, Rina yanti Pulungan, Dewi Istiana, Ayu Susilawati, dan Siti Nurrani. Seluruh peserta berjumlah 15 orang remaja puteri yang berusia 17-23 tahun.

Menurut Produser Pengdut One Center, Engkus Prihatin, Intan dan Vivi bukan hanya unggul, namun juga mendapat kehormatan masuk dapur rekaman yang tengah disiapkan One Center. “Musiknya sudah rekaman di Jakarta, tinggal mengisi vokalnya,” kata Engkus.

Dengan demikian, setelah dipoles vokal, gerak, menghafal dan menghayati lagu-lagu baru yang telah disiapkan, “Ratu Pengdut langsung rekaman,” ujar Engkus.

Pengdut merupakan musik kolaborasi antara seni musik Topeng–yang merupakan tradisi Bekasi dan Betawi pada umumnya– dengan musik dangdut modern. Alat musik topeng meliputi rebab, gendang rampak, saron, kenong, dan goong. Sedangkan dangdutnya meliputi suling dan gitar.

Engkus yakin dangdut dengan warna topeng akan menjadi jenis musik dangdut yang menjadi ikon sepanjang tahun 2008. “Kalau tahun lalu muncul ‘Kucing Garong’ dengan warna tarling Cirebonan, tahun ini muncul Pengdut dengan warna Betawi,” kata Engkus.

Dia optimistis, Pengdut bakal mampu menembus pasar musik nusantara, karena hingga saat ini belum kelihatan jenis musik dangsut baru. “Kalau Betawi atau Jakarta dikuasai, mudah-mudahan mudah masuk ke penjuru nusantara,” kata Engkus.

Menurut Ketua One Center, Entah Ismanto, melalui Pengdut yang berdasarkan pada seni topeng khas Bekasi dan Betawi yang sementara ini mulai ditinggalkan penggemarnya, akan kembali digemari anak-anak muda. “Tidak tertutup kemungkinan, topeng akan dikenal kembali ke tingkat nasional dan bahkan mancanegara,” kata Entah.

Ali Anwar | Hamluddindari : .tempointeraktif.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: