Komposisi Seorang Raja


Senin, 09 Oktober 2006 | 17:51 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Konser Bangkok Symphony Orchestra di Gedung Kesenian Jakarta, Kamis malam lalu, terbilang istimewa. Ini konser untuk memperingati perayaan 60 tahun Raja Bhumibol Adulyadej naik takhta. Mereka membawakan komposisi karya Bhumibol Adulyadej. Gema musikal yang muncul memberikan suasana berbeda di tengah konflik kudeta militer di Thailand yang masih hangat.

Tak banyak raja bisa menjadi komposer melahirkan karya abadi bagi bangsanya. Eksistensi sang raja ini memang mengagumkan. Pada 1964, ia telah mendapat penghargaan dari Akademi Musik Drama dan Tari di Wina. Dan, sejak usia 18 tahun, ia diangkat menjadi anggota kehormatan akademi itu atas jasanya memadukan tradisi musik Timur dan Barat. Bhumibol Adulyadej menjadi musisi Asia termuda dan pertama menerima penghargaan itu.

Penonton malam itu disuguhi 16 komposisi karya Bhumibol Adulyadej yang liris dan puitis. Bangkok Symphony Orchestra di bawah konduktor M.L. Usni Pramoj membawakannya dengan takzim dan penuh hormat. Komposisi-komposisinya tak terlalu panjang, tapi memiliki kedalaman cerita di setiap bagiannya. Komposisi-komposisi itu diciptakan pada 1946-1965.

Komposisi yang dibawakan malam itu menjadi diorama tersendiri dalam kehidupan sang raja. Dimulai dengan Alexandra, sebuah komposisi yang dipersembahkan kepada Putri Alexandra dari Inggris ketika berkunjung ke Thailand. Berlanjut ke Blue Day ketika Bhumibol berkunjung ke Swiss. Lantas komposisi pendek Sweet World tercipta setelah dia kembali ke Thailand dari perjalanan ke luar negeri.

Satu nomor yang aslinya memiliki sentuhan jazz berjudul Cant You Ever See menjadi nomor penutup. Instrumen string yang malam itu mendominasi bebunyian memberi tafsir sendiri terhadap komposisi ini. Komposisi tersebut menghadirkan sentuhan bunyi yang kontras dan penuh harmoni.

Dimensi bunyi musik yang berbeda ada pada nomor Royal Marines March. Nomor ini lebih rancak dan bersemangat. Ini karya Bhumibol Adulyadej yang didedikasikan kepada korps marinir Kerajaan Thailand. Menyadari korpsnya belum punya lagu mars, Bhumibol pun menciptakan komposisi yang pertama kali dimainkan pada 5 Juli 1959 ketika korps marinir Amerika berkunjung itu.

Bangkok Symphony Orchestra termasuk orkestra simfoni terkemuka di Thailand. Grup ini acap kali membawakan tembang dari panggung Broadway, film dan televisi, musik kontemporer, serta lagu klasik Thailand. Setelah kenyang menggelar konser di dalam negeri, mereka mulai konser di luar negeri sejak 1995.

Kelompok ini pernah disaksikan Presiden Soekarno pada 1960-an. Malam itu Megawati Soekarnoputri dan Guruh Sukarno Putra menjadi tamu istimewa. Mega tampak menikmati pertunjukan musik gesek ini. “Beliau tak hanya seorang raja, tapi juga pemusik sekaligus komposer yang baik,” puji Mega.

ANDI DEWANTO

dari : .tempointeraktif.com

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: