Konser Manusia Tank

Selasa, 22 Januari 2008 | 19:46 WIB

Zeke and the Popo (ZATPP) mengguncang lantai Auditorium Goethe Haus, Menteng, Jakarta. Zeke, Imam Fattah, Mugeni, dan Yudi menggelar konser debut album penuhnya yang berjudul Space in the Headline pada Sabtu malam lalu.

Tidak cuma musik cadas dari band indie yang bernaung di bawah label Black Morse Records ini yang tampil. Kolaborasi tiga seniman musik: Unggul, Andi, dan Uke, juga unjuk gigi.

Manusia berkepala tank yang menjadi maskot sampul album muncul dengan kemisteriusannya. Pria necis berwajah tank yang mengenakan jas, dasi, dan topi ini sedang bersantai di rumah. Yang beda kali ini, Zeke menampilkan suguhan berupa teater mini yang bercerita tentang sang maskot. “Konsep teater lebih kami pilih daripada pertunjukan opera karena lebih simple,” ujar Zeke dalam jumpa wartawan di Jakarta , Jumat lalu.

Sosok Zeke barangkali memang belum begitu dikenal publik. Namun, putra Agum Gumelar bernama asli Harris Kaseli, yang kerap melantunkan syair-syair bertema kontras, ini beken di kalangan sineas Indonesia. Pasalnya, karya Zeke sering dilirik sebagai lagu
soundtrack atau score film. Sebut saja film Janji Joni, 6:30 dan Kala. “Single pertama dari album original sound track kala ini berjudul Hope Killer,” ujar Zeke.

Di album terbaru ini, Zeke menawarkan sebuah suara yang lebih kaya dibanding sebelumnya. “Namun, tetap tidak meninggalkan benang merah musik bernuansa spacey,” ujarnya.

ZATPP memang dikenal sebagai grup band indie yang unik karena aransemen dan aksi panggung yang orisinal. Hal ini masih ditambah dengan kebiasaan mereka yang selalu membawa peralatan visual sendiri tiap manggung.
Tidak hanya itu, masih ingat ketika mereka mengeluarkan terobosan baru dalam menjual album Space in the Headline? Premium pack itu berwujud sebuah kotak kardus pizza berisi sebuah CD, kaos, pin, stiker, dan poster. Paket “pizza” ini dijual layaknya sebuah pizza, yaitu dengan sistem antar. Belum genap satu bulan, paket ini ludes dipesan. Jumlahnya yang hampir menyentuh angka 1.000 kopi ini pun cukup fantastis untuk kelas band indie.

AGUSLIA HIDAYAHdari : .tempointeraktif.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: