Lagu Cinta Siti Nurhaliza

 Senin, 25 Pebruari 2008 | 15:51 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Siti Nurhaliza tengah menebar hadiah kepada penggemarnya: sebuah album cinta. Tajuknya Hadiah Daripada Hati. Ini persembahan perdana setelah Siti menikah beberapa tahun lalu. Ada sebelas lagu yang terbungkus dalam paket nan romantis itu. Album ini bisa diperoleh di Indonesia ataupun Malaysia. “Album ini konsepnya pop,” ujar Siti kepada Tempo pekan lalu di Jakarta.

Penyanyi yang kini bergelar Datuk ini juga merangkul dua pemusik Tanah Air: Pongky Jikustik, dan Cynthia Lamusu. Pongky mempersembahkan lagu ciptaannya untuk Siti yang berjudul Melawan Kesepian. Adapun Cynthia Lamusu menyuguhkan lagu Karena Dirimu.

Album yang diterbitkan Siti Nurhaliza Productions (M) Sdn.Bhd dan diedarkan sebanyak 25 ribu kopi oleh Universal Music Indonesia berisi lagu bermacam irama. Dengarkan saja lagu berjudul Ku Mahu yang duduk di urutan wahid dalam albumnya. Karya Audi Nok dan Rina Khan ini berirama R&B, plus petikan gitar bernuansa Latinos.

Mendengar album penyanyi yang kini telah berkerudung ini bikin perasaan campur aduk. Jika Ku Mahu membuat pendengar riang. Tapi, ketika meresapi lagu ciptaan Pongky, sontak suasana hati menjadi nelangsa.

Rasa cinta Siti terhadap sahabat-sahabatnya terukir dalam lagu Tanpa Kalian ciptaan Taufik dan Siti sendiri. Lagu pop kental ini bercerita tentang kehampaannya tanpa mereka di sisi.

Siti juga mengungkapkan suasana hatinya yang galau tapi dengan nada tegar dalam lagu Biarkan. “Hari ini azamku yang baru/Tak mungkin kau jadikan kelabu/Tepis-tepis kata yang sinis/Yang panas ku jadikan membeku…/Biarkan cemburu berkubur/Asalkan tak cemari hidupku/Biarkan senyumku selalu/Tandanya ku tiada seteru…”

Tampaknya lagu ini erat kaitannya dengan kontroversi perkawinannya Datuk Sri Khalid Mohamad Jiwa. Perkawinan itu tidak hanya menuai protes dari penggemarnya, tapi dikabarkan juga sempat menurunkan pamornya sebagai penyanyi. Namun, Siti menerimanya dengan lapang dada dan ia meminta maaf. “Siti sempat takut album tak laku, tapi rido (ikhlas) saja,” ujarnya.

Kendala untuk penjualan albumnya tak hanya sampai situ. Persoalan hubungan Indonesia dan Malaysia yang tak seromantis dulu, diakuinya, juga bisa jadi batu sandungan: bisakah albumnya semeledak dulu?

Sementara persahabatan kedua bangsa retak karena karya cipta, Siti hendak mempersatukannya lewat jalan yang sama. “Musik terlalu indah untuk diperseteru. Moga bisa dipersatukan lagi persahabatan seperti dulu,” ujarnya.

Setelah mengeluarkan album solo ke-12, Siti punya angan untuk kembali membuat album rohani. Besitan keinginan itu muncul setelah pulang dari Tanah Suci dan seiring dengan perubahan penampilannya. “Ada keinginan begitu, tapi belum terwujud,” ujarnya. Tapi ia tidak mau tergesa-gesa.

Selain musik, Siti senang beraksi di atas panggung teater. Ia pernah menjajal kemampuan aktingnya dalam pementasan teater musikal karya P. Ramlee. Tapi, bagi Siti, “di antara keduanya, Siti lebih senang menyanyi sajalah.” l AGUSLIA HIDAYAH

dari : .tempointeraktif.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: