Meet The Indie Hero #1

 

20 Februari 2007 – 16:49

 

Album kompilasi LA Lights Indiefest 2006 telah diluncurkan. Dua belas band indie yang menang dalam ajang LA Lights Indiefest 2006 menyumbangkan lagunya di sini. Siapa saja sih mereka? Ayo kita temui satu per satu.

Airport Radio
Terbentuk pada awal tahun 2005. Airport Radio beranggotakan Dita (Vokal), Ign. Ade (Bass), Gideon (Keyboard), dan Moki (Drum). Mereka berempat menawarkan identifikasi eksperimen suara-suara bergenre dark wave dalam setiap penampilan mereka. Dengan identifikasi ini, Airport Radio berharap mampu menjadi oase yang menyuarakan endapan emosi di tengah-tengah keriuhan gelombang karakter musik saat ini.

C’Cord
Band asal Bandung ini beranggotakan Beng-Beng (bass), Unka (gitar), Ari (vocal), Sefty (keyboard), dan Isan (drum). C’Cord pertama kali tampil di publik pada tahun 2002 pada sebuah event besar di Bandung. C’Cord meminkan lagu-lagu karya sendiri dalam bahasa Inggris dengan memasukkan unsur musik eksperimental. Sampai sat ini, C’Cord sudah menghasilkan beberapa buah lagu ciptaan mereka yang sering diperdengarkan kepada audiensnya di banyak event yang mereka ikuti.

Dojihatori
Band ini berdiri pada Oktober 2000. Band yang beraliran brit pop ini beranggotakan Yuma (vokal), Windho (gitar), Rinto (gitar), dan Virgi (bass). Pertama kali dibentuk, band ini bernama Magic Pie dan masih menjadi band SMU 1 Muhammadiyah Yogyakarta. Nama Dojihatori sendiri katanya diambil dari bagian-bagian nama para personil. Pada awalnya, band ini hanya berdiri untuk menyalurkan hobi para peronilnya, tetapi pada akhirnya mereka tergerak untuk lebih menekuni musik. Lagu-lagu mereka banyak ditulis dalam bahasa Inggris karena mereka merasa lebih bebas berkspresi dalam bahasa Inggris.

 

D’Rinos
Beranggotakan Rinal (vokal) Amy (Bass), Rano (Drum) dan Sigit (Gitar), D’Rinos diambil dari nama-nama personilnya. D’Rinos yang dibentuk pada tahun 2006, sebelum memakai nama D’Rinos, menamai bandnya dengan nama Inner Light (2001) dan Airis (2004) dan biasa membawakan lagu-lagu Top 40, oldies dan lain-lain. Namun untuk mengembangkan kreatifitas dalam bermusik, D’Rinos mulai berusaha dan mencoba membuat lagu-lagu karya sendiri sesuai dengan ciri khasnya yang kental ala band 70an. Dengan dana dan fasilitas yang terbatas, mereka berusaha memberikan yang terbaik untuk pendengar musik.

dari : .lalightsindiefest.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: