Salam Cinta Titiek Puspa

Minggu, 18 November 2007 | 18:33 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Suasana ceria langsung menyergap ruangan sebesar lapangan bola di Hall D Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, ketika Gita Gutawa muncul di panggung. Bukan Gita yang membuat penonton senang, melainkan lagu yang dibawakannya, Gang Kelinci. Ditemani penari-penari cilik dengan dandanan kuping kelinci, Gita menggoyang seisi ruangan diiringi musik dari Dian HP Orchestra.

Lagu Gang Kelinci adalah salah satu lagu tenar hasil ciptaan Titiek Puspa. Gita membawakan lagu itu sebagai pembuka konser musik “Karya Abadi Sang Legenda: 70 Tahun Titiek Puspa”, Rabu malam lalu. Sebuah panggung sepanjang kurang-lebih 40 meter dengan ornamen ungu dan keemasan menandakan besarnya hajatan itu.

Kehadiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan istrinya menambah akbar konser yang diselenggarakan guna merayakan ulang tahun sang legenda. Beberapa pejabat yang terlihat hadir antara lain Rachmat Witoelar, Djoko Kirmanto, Bachtiar Chamsyah, Suryadharma Ali, serta Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.

Setelah Gita, tampil Titi D.J. membawakan lagu Si Hitam, Krisdayanti dengan Marilah Kemari, Tia “AFI” dengan Dansa Ayo Dansa, Melly Goeslaw dengan Gadis, dan Pingkan Mambo dengan Bimbi. Selanjutnya operet bertemakan bagaimana rasanya jatuh cinta dibawakan para personel Project Pop dengan jenaka.
Beberapa penyanyi senior juga ambil bagian, seperti Bob Tutupoli, Elvy Sukaesih, Rima Melati, Emilia Contessa, Euis Darliah, dan Sundari Sukotjo.

Menurut show director sekaligus koreografer, Ari Tulang, yang paling penting dalam konser ini adalah sosok Titiek Puspa sebagai seorang legenda yang menyatu dengan kekuatan lagu-lagu ciptaannya.

Titiek Puspa memang sudah melegenda. Nenek 14 cucu ini sudah berkarya di bidang seni tarik suara sejak 1954. Selain menyanyi, ia mencipta lagu. Pada dekade 1970 artis-artis papan atas harus antre untuk menyanyikan lagu ciptaan Titiek. Beberapa lagu hit ciptaannya antara lain Gang Kelinci, Bing, Si Hitam, Apanya Dong, Kupu-kupu Malam, Marilah Kemari, dan Pantang Mundur.

Semua lagu itu dibawakan sejumlah artis malam itu.
Dulu ia juga dikenal sebagai pembuat operet Lebaran yang ditayangkan TVRI. Titiek, yang awalnya bernama Soedarwati, juga memiliki sejarah panjang di dunia perfilman. Beberapa film yang pernah dibintanginya adalah Minah Gadis Dusun (1966), Inem Pelayan Sexy (1976), dan Kisah Rojali dan Juleha (1979). Selain membintangi, Titiek menjadi penulis cerita untuk film Bawang Putih (1974) dan Gadis (1980).

Kreativitas dan energi seni Titiek tidak terhenti tatkala umurnya sudah mencapai 70 tahun. Baru-baru ini ia menciptakan dua lagu baru, yakni Terima Kasih Tuhan dan Salam Cinta dan Doa, yang juga turut dinyanyikan malam itu. Lagu-lagu itu terdapat dalam album terbaru Titiek bertajuk Terima Kasih Tuhan, yang diluncurkan dan dibagikan pada konser tersebut. “Saya pakai uang sendiri (untuk membuat album ini),” ujar istri almarhum Mus Mualim ini.

Selama lebih dari satu jam, Titiek berdiri di atas panggung menghibur para tamunya malam itu. Lagu-lagu yang dinyanyikan sendirian (solo) pada sesi awal antara lain Candra Buana, Bubui Bulan, dan Terima Kasih Tuhan.

Kemudian pada sesi terakhir konser, Titiek tampil duet ataupun trio dengan penyanyi lainnya, seperti Inul Daratista, Bob Tutupoli, Euis Darliah, Melly Goeslaw, Vina Panduwinata, Elvy Sukaesih, dan Krisdayanti. Mereka membawakan lagu-lagu seperti Bambu-bambu, Ojo Ngono, Horas Kasih, Bing, dan Pantang Mundur. Sebagai penutup konser, semua artis tampil di panggung menyanyikan lagu baru Titiek Puspa, Salam Cinta dan Doa.

Tentang perjalanan kariernya itu, ia punya analogi sendiri. Jika diukur 1 sampai 10, Titiek mengaku kariernya di bidang seni saat ini baru sampai angka 6. “Itu pun saya sudah senang,” ujarnya menebar senyum. Titiek mengaku lebih banyak berdoa dan berterima kasih kepada Tuhan yang telah memberinya segalanya. Seperti dalam lirik lagu Salam Cinta dan Doa:

Aku ada karenamu
karnamu ada
tanpamu aku entah siapa
skali lagi upeti
terimalah ini dari lubuk hati

TITO SIANIPARdari : tempointeraktif.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: