Sambil Menyelam Mendengarkan Musik

Kamis, 14 Juni 2007 | 09:44 WIB

TEMPO Interaktif, Livermore, California:

Sambil menyelam minum air. Bagi perenang seperti Richard Sambera atau Elsa Manora Nasution, peribahasa itu sudah sangat kerap dilakukan. Seteguk-dua teguk air kolam renang sempat mereka cicipi saat beraksi di lintasan. Lain lagi bila peribahasa itu diganti menjadi “sambil menyelam mendengar musik”.

Ini bukan mengada-ada, karena kini para penggemar musik yang punya hobi berenang atau menyelam dapat melakukan kedua aktivitas itu secara bersamaan. Mereka dapat berenang atau melakukan skin diving sambil tetap mendengar Sugar Ray mendendangkan lirik: We’ll take a swim in the deep blue sea, melalui pemutar MP3.

Maka tak aneh bila pemutar MP3 bawah air buatan perusahaan spesialis peralatan renang Finis Inc. itu diberi nama SwiMP3 (berasal dari kata “swim”). Tak seperti aksesori H20 Audio, yang hanya menyediakan kotak tahan air untuk pemutar iPod atau iRiver, SwiMP3 memang benar-benar pemutar MP3 yang didesain tahan air hingga kedalaman tiga meter.

Pemutar ini menggunakan teknologi konduksi tulang, yang juga diterapkan pada alat bantu pendengaran. Artinya, tulang manusia digunakan sebagai media untuk menyampaikan gelombang suara. Suara yang dihasilkan disalurkan melalui alat pendengar yang ditempelkan pada tulang pipi di dekat telinga. Suara tersebut akan langsung merambat ke telinga bagian dalam.

Pemutar ini terbagi menjadi dua bagian. Yang pertama adalah alat pengontrol musik, yang dipasang di belakang kepala, dan yang kedua adalah alat pendengar yang dipasang di tulang pipi. Keduanya melekat pada goggle (kacamata renang).

Alat pengontrol terdiri atas tiga tombol, yaitu On/Off di bagian tengah, Next/Vol+ di bagian kiri, dan Prev/Vol- di bagian kanan. Next ditekan untuk memainkan lagu berikutnya, sedangkan Prev berfungsi untuk memutar lagu sebelumnya. Sementara itu, Vol+ harus ditekan agak lama untuk membesarkan suara. Begitu pula Vol- untuk mengecilkan suara.

Bila tombol On/Off dipijit lebih lama, pemutar akan menyalakan atau mematikan fitur bass boost untuk mendapatkan efek bas yang lebih berat. Tombol-tombol tersebut cukup menonjol dan mudah dibedakan untuk dicapai dengan tangan meskipun tak terlihat dan berada di belakang kepala.

Kekurangan lain dari produk ini adalah kapasitas datanya yang terbatas. SwiMP3 hanya menyediakan dua pilihan, yaitu pemutar 128 MB dan 256 MB. Dengan kapasitas tersebut, pemutar ini paling banyak hanya mampu menyimpan 64 lagu (dengan asumsi setiap lagu berukuran 4 MB). Pemutar tahan air lain, Oregon Scientific MP120, memiliki kapasitas dua kali lebih besar.

Finis mengaku belum dapat menambah kapasitasnya karena khawatir justru akan membuat pemutar ini menjadi berat dan tidak portabel, mengingat penambahan volume yang terjadi akibat sistem isolasi tahan air. Selain itu, pemutar ini hanya dapat memainkan lagu berformat MP3.

Berarti, bila pengguna ingin mendengarkan lagu-lagu berformat AAC atau WMA, mereka harus mengkonversinya terlebih dulu melalui komputer (baik yang bersistem Windows maupun Mac OS). Baterai yang bisa dicas ulang pemutar ini hanya dapat bertahan selama empat jam.

Menurut Marian Briones Fremont dari California, ia merasa senang dapat memutar lagu rock and roll atau musik klasik untuk menemaninya berenang. “SwiMP3 adalah teman yang mengasyikkan saat berada di air,” ujar Fremont.

SwiMP3 masih unggul ketimbang Oregon Scientific MP120. Kendati mengklaim dapat bertahan hingga sepuluh jam, Oregon hanya dapat digunakan hingga kedalaman satu meter saja. Oregon MP120 dijual seharga USS 140 (Rp 1,28 juta), sedangkan Finis membanderol SwiMP3 senilai US$ 190 (Rp 1,73 juta).

l mp3newswire | cnet | pcmag | indra darmawan

dari : tempointeraktif.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: