Memukau Ribuan Pecinta Musik Etnis

Panggung SIEM 2007

Selasa, 11 September 2007
Pergelaran SIEM (Solo International Ethnic Music) yang dilangsungkan di Kota Solo selama 1-5 September lalu mampu memuaskan sekitar 30 ribu penonton yang datang dari berbagai kota. Sajian musik tradisional dari beberapa daerah di Tanah Air serta dari delapan negara itu menampilkan sesuatu yang lain daripada sekadar pergelaran musik biasa.

Beberapa nama musisi ternama di Tanah Air, seperti Dwiki Darmawan, Iga Mawarni, Waljinah, serta Djaduk Ferianto, juga nama-nama seniman musik tradisional dari beberapa daerah semisal Tadulako dari Palu, Talago Beni dari Padangpanjang, Perkusi Dol dari Bengkulu, musik patrol dari Pamekasan, karena dari Makassar, musik etnik kontemporer dari Jawa Barat, serta kolaborasi musik etnis dari Kalimantan, Aceh, dan Papua, semuanya mampu menampilkan sajian musik tradisional kontemporer yang sangat atraktif dan menarik.

Tak lupa delegasi dari beberapa negara asing seperti Irak, Yunani, Korea, Belanda, Australia, India, Bengali, dan Filipina. Meskipun pentas musik yang dilangsungkan di Benteng Vastenburg tersebut gratis bagi penonton, toh tetap mampu menyajikan sesuatu yang spektakuler untuk pergelaran musik etnik yang baru bertama kali digelar itu.

Suasana meriah sejak awal sudah terlihat dengan diadakannya karnaval delegasi peserta pada awal pembukaan SIEM. Masing-masing delegasi menampilkan sesuatu yang lain. Seniman keroncong asal Solo, Waljinah, pada hari pertama memukau ribuan penonton yang hadir di sana, meskipun rencana untuk berduet dengan salah satu penyanyi yang juga panitia SIEM, Iga Mawarni, gagal dilaksanakan karena Iga mendadak sakit dan dirawat di rumah sakit. Begitu pun penampilan musisi lainnya.

Korean Children Choir yang terdiri dari puluhan anak-anak asal Korea, pada hari kedua, membius penonton dengan lagu-lagu yang dibawakannya, termasuk di antaranya Lagu Bengawan Solo ciptaan maestro Gesang. Penampilan atraktif dari kelompok musik Sanggar Mayangsari, Bengkulu, pada hari ketiga juga mampu memukau penonton.

Dipilihnya Benteng Vastenburg, menurut Ketua Umum SIEM, Bambang Sutejo, karena panitia ingin menampilkan sisi eksotis Benteng Vastenburg yang digabung dengan penampilan para seniman. Untuk pergelaran tersebut, Pemkot Solo melakukan renovasi dan pembersihan lingkungan Benteng Vastenburg yang sayangnya saat ini telah dimiliki perseorangan itu. (Endang Kusumastuti)

dari : suarakarya-online.com

Satu Tanggapan to “Memukau Ribuan Pecinta Musik Etnis”

  1. okeh…. seep…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: