Pergelaran Kalamatra 2005 Dari Band Modern Sampai Seni Tradisional

Jumat, 19 Agustus 2005
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membuka pergelaran seni dan budaya Kalamatra 2005, yang menampilkan atraksi dari 32 provinsi di Tanah Air. Acara yang diadakan di Istora Senayan Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (18/8) itu menampilkan berbagai kesenian modern hingga tradisional.

Pergelaran yang juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-60 Republik Indonesia tersebut melibatkan tak kurang dari 200 penari dan menampilkan beberapa episode, yakni Genta Budaya Bhumi Sriwijaya, Bahana Budaya Jawa Bali, Dahana Budaya Bhumi Kahuripan, Sangkakala Budaya Bhumi Sulawesi, dan Baskara Budaya Indonesia Timur.

Pergelaran yang dimeriahkan dengan penampilan grup band legendaris, Koes Plus itu juga menampilkan detik-detik proklamasi. Sebelumnya juga diulas perjalanan demokrasi bangsa sejak Sumpah Pemuda. Saat-saat bersejarah itu hadir di tengah-tengah penonton diselingi dengan tari-tarian tradisional. Di sela tari tradisional tersebut juga diselingi oleh aksi sejumlah artis yang mewakili berbagai zaman, seperti Koes Plus, Ello, Dhani Dewa, gabungan artis cilik, dan duo pelawak Topan-Lesus.

Ketika pembukaan pergelaran yang dihadiri oleh ribuan anak muda yang memenuhi Istora itu, Presiden-yang didampingi oleh istri, Ani Yudhoyono, serta Wakil Presiden Jusuf Kalla dan istri, Mufidah Kalla-menyampaikan pesan bahwa para pemuda harus meningkatkan rasa bangga atas keragaman budaya bangsa kita. Presiden juga mencanangkan tahun 2005 – 2006 sebagai tahun seni budaya nasional.

Selain pergelaran tanggal 18 dan 19 Agustus 2005, seperti diutarakan Surya Yuga, pejabat dari bagian kesenian Depbudpar, pada tanggal 21 Agustus, masih berkait dengan Pergelaran Kalamatra 2005 itu, akan digelar pula pawai kebudayaan nusantara yang melibatkan lebih dari 2500 seniman.

Pelaku kesenian sebanyak itu, menurut Surya Yuga, antara lain akan menampilkan seni tari dan beragam pertunjukan yang cocok dijadikan arak-arakan seni yang mewakili semua suku bangsa di Indonesia.

“Acara tersebut akan dilangsungkan dengan penuh khidmat namun meriah dari pukul 09.00 pagi hingga tengah hari, dengan mengambil star dari halaman depan Istana Merdeka hingga area Monumen Nasional. Seluruh peserta pawai akan jalan kaki sekitar 2 kilometer. Masyarakat dipersilakan menyaksikan acara itu. Pasti menarik, karena berbagai daerah akan menunjukkan ciri khas keseniannya yang jarang ditonton masyarakat,” kata Sapta Nirwandar.

Pawai kebudayaan nusantara itu juga akan disaksikan Presiden SBY, Ketua MPR, Ketua DPR, Ketua DPD, seluruh Menteri termasuk Menbudpar Jero Wacik. Berbagai acara pertunjukan lainnya berkenaan dengan perayaan 60 tahun kemerdekaan RI, juga bisa disaksikan masyarakat secara gratis, antara lain kolaborasi seni pertunjukan, Sisingaan, Barongsai, Reog Ponorogo, Singo Wulung dan Kuda Renggong. Selain itu ditampilkan pula selingan kesenian Miss Tjitjih, rampak Kenthong Purbalingga dan atraksi tim kesenian Dewan Seni Budaya Adat Tradisional Baliem, Papua. (Syamsudin W)

dari : suarakarya-online.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: