“Sing Like A Star” Modal Menjadi Bintang: Percaya Diri

Jakarta – ”Waktu MTV VJ Hunt, di Bandung, ada orang yang ikut dua kali casting, lucu banget. Tapi, dia tidak bisa menjadi seorang VJ (video jockey). Dia sekarang terkenal banget, namanya Aming. Dia nggak bisa bernyanyi, tapi dia punya sesuatu, dia punya bakat lain,” kata Cipta Panca Laksana, Production Manager Global TV.


Mungkin tidak ada yang pernah menyangka bahwa laki-laki yang kini selalu muncul di Extravaganza itu pernah berjuang keras untuk muncul di layar kaca melalui ajang pencarian bakat itu. Sayangnya, Aming memang tidak memiliki bakat menjadi VJ, dan sayangnya lagi, belum ada wadah untuk orang-orang seperti Aming saat itu.
Seorang contoh lain berasal dari Amerika Serikat, William Hung, kontestan American Idol musim ketiga. Ia tidak bisa bernyanyi, berdansa atau apa pun bakat yang diinginkan kontes yang melahirkan Kelly Clarkson itu.
“Kamu tidak bisa bernyanyi, kamu tidak bisa berjoget, lalu kamu ingin saya mengatakan apa?” kata Simon Cowell, si ketua juri ketika Hung yang dengan percaya dirinya membawakan “She Bangs” Ricky Martin.


Satu lagi yang menjadi populer, meskipun ia tidak bisa bernyanyi atau berjoget adalah Suciwati, salah seorang kontestan Indonesian Idol yang gagal. Namun, seperti Hung, Suciwati juga menjadi dikenal para pemirsa Indonesian Idol.
Hanya bermodal percaya diri, itulah yang membuat Global TV membuat reality show terbaru, “Sing Like A Star”, yang audisinya mulai 5 Maret ini di Tangerang, Serang, Bekasi, Jakarta, Bogor, Depok, Sumedang, Cianjur, Cipanas, Semarang, Yogya, Solo, Surabaya, dan Bali.


“Yang penting dia harus heboh, dia harus menghibur, kuncinya di situ. Syukur-syukur kalau bisa nyanyi, tapi kalau dia berani tampil, berani malu, berani menghibur penonton, dia bisa ikut audisi ini,” ujar Hendrata Yudha, Produser Eksekutif Global TV, dalam jumpa pers di RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta, Rabu (5/3).
Panca menegaskan, bahkan jika ingin lip sync pun diperbolehkan. “Nanti tinggal bilang saja kepada kami.”

Seperti Bintang
Sesuai dengan nama program ini, peserta audisi mengikuti gaya bintang idolanya. Sebagai Giring Nidji, misalnya, si peserta tampil dengan rambut kribo, syal di leher, celana panjang pas badan, dan bergoyang dengan jari tangan yang tidak pernah diam.
Ada sebuah kotak-katik, kotak yang berisi seluruh perlengkapan untuk menirukan gaya bintang idola, yang disediakan sebelum peserta memasuki bus untuk bergaya di depan kamera.
Penampilan peserta itu akan dinilai juri yang terdiri dari pelawak, musikus, koreografer, aktris dan aktor, dan presenter. Setiap akhir bulan, para peserta terbaik di setiap pekannya diberi kesempatan tampil di Panggung Impian. Pemenangnya memang tidak mendapatkan hadiah terlalu besar, hanya uang tunai Rp 5 juta serta kesemptan tampil di program-program Global TV.


“Hadiah bisa bertambah besar, tergantung sponsor,” ujar Prima Gerda Pertiwi, produser program ini.
Hendra menambahkan, bukan tidak mungkin pula mereka menjadi pengisi acara tetap di program-program baru Global TV. “Ke depan, kami sudah merencanakan dia jadi ikon sendiri, bukan tidak mungkin kan Global TV bikin program komedi?”
(mila novita)

dari : sinarharapan.co.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: