An Evening with Duran Duran


Tak Sekadar Konser Reuni

Oleh
John JS

Jakarta – Bagi yang kecewa dengan kegagalan Buena Production mengundang (reuni) The Police ke Indonesia, beberapa waktu lalu, kehadiran Duran Duran tentu bisa mengobatinya.

Kepastian pergelaran An Evening with Duran Duran telah diumumkan oleh Nepathya dan Dji Sam Soe Filter. Konser ini akan berlangsung di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, Selasa (8/4) malam mendatang.
Pada masanya, Duran Duran mempunyai efek tren spesial dalam perubahan selera musik rock di negeri ini, melalui genre New Wave yang memukau. Lagu-lagu andalannya mampu membangkitkan iklim perubahan di era 1980-an yang kala itu seakan terlalu berharap pada musik pop rock yang indah dengan sisipan sound temuan baru, sebagaimana dilakukan Pink Floyd (album The Wall), David Bowie (Let’s Dance), Bruce Springsteen (Born in the U.S.A), dan U2 (The Joshua Tree).


Begitulah, seperti The Beatles, Duran Duran muncul pada momen yang tepat. Meski tak lagi bisa mencetuskan revolusi pop yang mengubah segalanya, Duran Duran yang digagas pertama kali oleh kibordis Nick Rhodes dan John Taylor ikut menciptakan wajah mode berbeda bagi para pemuda dunia saat itu.
Selain musik, penampilan fisik mereka punya pengaruh besar. Gaya rambut yang ditangani stylist Perry Haines dan beberapa penata busana memberi citra elegan dalam arahan konsep New Romantic. Duran Duran pernah menjalin kerja sama dengan Vivienne Westwood dan Giorgio Armani. Plus, kodrat ketampanan mereka membuat Duran Duran sempat pula menjadi idola pujaan para gadis di mana-mana.


Bahkan, karena mereka (Nick Rhodes, Simon Le Bon, John Taylor, Andy Taylor, Roger Taylor) berwajah fotogenik, majalah People pernah menyanjung Duran Duran sebagai anak-anak muda termanis dalam genre rock.
Di masa kejayaannya tahun 1980-an, band asal Inggris ini berhasil membuahkan 21 lagu puncak, terutama di Amerika Serikat dan Britania Raya, serta memasarkan hasil lebih dari 85 juta kopi.
Lagu-lagu milik mereka yang juga disukai publik Indonesia, antara lain adalah “Rio”, “Hungry Like the Wolf”, “Save a Prayer”, “Is There Something I Should Know?”, “Wild Boys”, “Notorious”, dan nomor OST (original soundtrack) James Bond, “A View to a Kill” hingga “Ordinary World” (1990-an).

Band Panutan
Ini adalah konser kedua Duran Duran di Jakarta, setelah yang pertama pada tahun 1993. Kali ini, Duran Duran tentu tak sekadar hadir “bereuni” ke Indonesia. Keempat orang “sisa personel abadi” yakni Simon Le Bon, Nick Rhodes, John Taylor dan Roger Taylor ini juga sekaligus mempromosikan album terbarunya, Red Carpet Massacre yang beredar menjelang akhir tahun lalu.
Harga tiket konser An Evening with Duran Duran terdiri dari Rp 2.000.000 (VVIP), Rp 1.500.000 (VIP), dan Rp 750.000 (Festival).
Catatan menarik lainnya dari Duran Duran, tentu adalah bagian kepeloporannya sebagai salah satu band yang mengandalkan kerja remix untuk karya musiknya, jauh sebelum kemudahan era teknologi baru digital synthesizer dan audio sampling.
Jadi, bisa dibayangkan kesulitan kerja bermusik mereka saat itu dalam menciptakan aransemen-aransemen baru. Hal yang sama dirasakan Fariz RM ataupun KLa Project yang telah lebih dulu menjajal genre Synth Pop dan New Wave di industri rekaman.
Pengaruh inspiratif yang dibagikan Duran Duran pada artis pemusik dunia demikian luas dan beragam genre, termasuk pada Barenaked Ladies, Beck, Jonathan Davis (Korn), Deftones, Garbage, Kaiser Chiefs, The Bravery, No Doubt, Bush, Wyclef Jean, Savage Garden, Justin Timberlake, Marilyn Manson, Fred Durst (Limp Bizkit), The Orb, OusKast, Coldplay hingga Pink.
Lebih dari itu beberapa nama penyanyi dan band generasi baru, semacam Franz Ferdinand, Panic! At the Disco, Lostprophets, Goldfrapp, The Killers, Scissor dan The Strokes – ikut dipengaruhi dan ternyata juga mengidolakan Duran Duran.
Di Indonesia, menurut pengamat musik Denny Sakri, citra lifestyle Nick Rhodes sampai dipakai pada ciri penampilan Lupus, tokoh utama cerita remaja ciptaan Hilman Hariwijaya.
Di samping juga sahabat Lupus, Boim yang sampai ditambahi nama belakang Le Bon segala. Bukan main!

dari : sinarharapan.co.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: