Incubus World Tour 2008

 
Eksplorasi “Bunyi” di Atas Panggung

Oleh
Mila Novita

Jakarta – Hujan yang mengguyur Jakarta tidak menyurutkan semangat penonton untuk melaju ke Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Rabu (5/3).
Incubus, band asal California, Amerika Serikat, malam itu mendapat giliran menghibur Jakarta usai Bjork, Helloween, dan Backstreet Boys beberapa waktu lalu, serta menjelang Skid Row dan Java Jazz esok hari.
Pukul 20.30, Brandon Boyd (vokal, gitar, perkusi), Mike Einziger (gitar, vokal, dan piano), Jose Pasillas (drum), Chris Kilmore (DJ), dan Ben Kenney (bass, vokal), naik ke panggung yang berdiri tegak di hadapan penonton yang memadati Tennis Indoor.


“Quicksand”, yang diambil dari album terakhir mereka, Light Grenades, menjadi pembuka konser yang berjalan nyaris 90 menit ini, diiringi jeritan penonton yang telah menunggu sejak malam menjelang. Band yang mengeluarkan album pertamanya pada 1995 ini adalah salah satu yang ditunggu-tunggu. Sayangnya, Java Musikindo, selaku promotor tidak menempatkan konser ini di area yang lebih luas. Tennis Indoor hanya mampu menampung sekitar 3.500 penonton, padahal peminat konser ini membludak.


Ketika konser berjalan separonya, tidak sedikit orang yang masih berdiri menunggu para calo tiket menjual tiket murah.
Salah satu penonton itu adalah Desta, salah seorang personel Club Eighties yang sengaja datang terlambat karena berharap tiket dijual murah. Pengalaman itu ia dapatkan ketika hendak menonton konser Backstreet Boys lalu yang harga tiket dibanting sampai dengan Rp 25.000 ketika konser hampir berakhir.


Namun, kali ini, sampai dengan pertunjukan nyaris berakhir, Desta yang datang bersama dengan teman-temannya itu belum juga mendapat tiket. Para calo yang mendekatinya justru menanyakan kalau-kalau ia memiliki tiket lebih. “Akhirnya, daripada nggak ada kenang-kenangan, gue foto-foto di depan gerbang pintu konser,” kata Desta dalam siarannya di sebuah radio swasta, pagi tadi.

Eksplorasi “Sound”
Nyaris tidak ada benang merah yang menjadi penanda musik Incubus di setiap albumnya. Hanya vokal dan cara bernyanyi Brandon yang akhirnya membuat lagu-lagu mereka bisa dinikmati dan diikuti. Malam itu pun Brandon tampil penuh penghayatan. “Talkshow” yang bertempo sedikit lambat adalah puncak penghayatannya.
Ketika Ben memilih sedikit mundur ke belakang panggung dan duduk, Brandon bernyanyi sampai terduduk di bibir panggung. Sebelumya, Brandon sempat membuat penonton histeris dengan permainan perkusinya.
“Megalomaniac” menjadi puncak konser dengan 17 lagu. Penandanya bukan hanya penonton yang histeris mengikuti Brandon bernyanyi, tapi juga menjadi akhir konser “sesi pertama”.


Mereka tidak naik panggung lagi sampai ketika penonton berteriak, “We want more”, dan kembali muncul dengan tiga lagu. Penonton puas, meskipun akhirnya mereka turun panggung dengan menyisakan penantian di sebagian kecil penonton.
“’Pardon Me’ dan ‘Antigravity’ kok nggak dibawain, ya?” kata Pungga, seorang penonton dari Depok, setengah bertanya.
Kunci sukses konser ini terletak pada sang gitaris, Mike Einziger, yang menyiapkan efek gitar berbaris di hadapannya. Dengan efek sebanyak itu, Mike bisa mengeksplorasi sound-nya dengan bebas hingga menimbulkan suara-suara aneh.
Mike juga sempat menunjukkan kebolehannnya bermain gitar di akhir pertunjukan ketika mengusung lagu terakhir, “Aqueaus Transmission”.
Cara Mike memunculkan suara-suara gitar unik, ditambah dengan kebolehan Chris memutar piringan hitam di turntable menjadikan musik mereka lebih unik. Eksplorasi ini sudah terasa ketika mereka meluncurkan album kedua, Science, yang tidak mengikuti sukses album pertama, Fungus Amongus.
“Kami senang jika musik kami terdengar seaneh mungkin,” kata Mike ketika itu. Untung saja, label rekaman tempat mereka bernaung tidak membatasi kreativitas mereka. Dan itulah yang mereka tunjukkan di atas panggung, kembali bereksplorasi dengan bunyi.

dari : sinarharapan.co.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: