Naff “Rahasia Hati” Tak Ada yang Berubah

Oleh
Mila Novita

Jakarta – Seperti mengalami sebuah pengulangan ketika Naff meluncurkan album kelimanya di Hard Rock Cafe, Rabu (12/3) sore. Judul album yang mirip dengan album sebelumnya, Isyarat Hati, yang diluncurkan sekitar dua tahun lalu, menggambarkan keseluruhan musik mereka.

Tidak banyak yang berubah dari musik Naff. Rusyaedi “Ady” Makmun (vokal), Dedi Raksawardana (gitar), Andri “Ade” Kurniawan H (gitar), Odeu Wijaya (bas) dan Hilal Hamzah (drum) masih “mencontek” kesuksesan Isyarat Hati yang menelurkan single “Akhirnya Ku Menemukanmu” dan “Kau Masih Kekasihku” itu. Masih ada jeritan hati yang mengatasnamakan cinta di sini.


Tentang persamaan itu, Dedi mengaku memang sengaja. “Orang kalau bikin album baru selalu ditanya perubahan, kami tidak ingin berubah, kami ingin membuat apa yang kami inginkan. Pada saat pembuatannya, kami memang senang ke sana (musik mellow), bukan karena strategi marketing,” katanya.


Tentang album sebelumnya, itu menjadi puncak pencapaian Naff sepanjang karier mereka sejak 2000 silam. Tiga album sebelumnya tidak terlalu sukses. Menuju album keempat, masing-masing sempat menjalankan proyek pribadi, sang vokalis bahkan sempat menelurkan album solo, Persembahan Cinta. Sekitar tiga tahun mereka vakum sebelum akhirnya menelurkan Isyarat Hati. Musik mereka pun berubah, mungkin ini hasil “pertapaan” mereka selama menyendiri itu.
Mereka sukses membaca selera publik yang saat itu tengah gandrung akan musik-musik mellow seperti yang ditawarkan Ungu, yang sama-sama berada di bawah bendera Trinity Optima Production. Dedi menyatakan pembelaannya, ini adalah musik mereka, seperti inilah yang mereka bisa.
“Kalau berkarya, kami tidak ingin melebihi dari yang kami bisa, misalnya masukin unsur-unsur yang nggak bisa kami pertanggungjawabkan di atas panggung.”
Namun, ada warna baru yang mereka masukkan di sini, mungkin sebenarnya tidak tepat dikatakan benar-benar baru karena sebelumnya pun mereka sudah pernah mencobanya. “Kami tetap berusaha mengeksplorasi hal-hal baru, jadi kami menambahkan orkestrasi yang lebih kental. Kami ingin mengulang kesuksesan Isyarat Hati,” kata Dedi. Selain orkestra, masih ada ska dan reggae yang mereka eksplorasi di sini.

“Kau Hidup dan Matiku”
Ada sebelas lagu yang dimasukkan Naff di Rahasia Hati, judul yang diambil dari salah satu lagu di album ini. Namun, yang menarik perhatian adalah
“Kau Hidup dan Matiku”, bukan karena lagu itu yang paling mudah diingat, tapi juga karena lagu buatan Ady, yang menyumbang sembilan lagu, itu mengingatkan pendengar pada single Once “Aku Mau”. Dan, lagu itu akhirnya terpilih sebagai single pertama Rahasia Hati yang video klipnya sudah banyak disiarkan di layar televisi.
“Proses pembuatannya pada saat lagu Once mau keluar, tapi belum ngetop. Pak Yo (Yonathan Nugroho, Eksekutif Produser Prosound) sempat bilang itu mirip lagu Once. Ke sininya, memang kami akui agak mirip. Kami berusaha menghindari kemiripan, kami berusaha mengubahnya, tapi jadinya nggak enak. Setelah diskusi lagi, akhirnya lagu itu tidak diubah. Yang sama cuma tiga ketukan, kok,” kata Dedi.
Hanya tiga ketukan, namun kata-kata yang juga mirip akhirnya mempertegas kemiripan itu. Dedi tidak khawatir akan dicela atau dituntut.
“Selama niat kita dari awal jujur, selama kita berkarya dengan tulus, kami tidak takut,” katanya.
Apa pun yang dibuat Naff, Yonathan percaya musik yang mereka lahirkan bisa lebih sukses dari sebelumnya. “Setiap album Naff selalu lebih baik daripada sebelumnya,” kata Yonathan.
Masih konsisten dengan sebelumnya, Naff tidak memasang gambar mereka di album. Bukan hanya karena mengusung misi pelestarian lingkungan sehingga lebih memilih gambar pohon, tetapi juga karena mereka ingin membuat penonton tidak menilai musik mereka dari sampulnya. “Kami tidak ada yang (berwajah) ganteng jika dibandingkan dengan band-band lain. Kami ingin penggemar mendengar lagunya, bukan karena tampang kami ada di mana-mana. Kami lebih senang lagu kami abadi daripada muka kami yang abadi,” kata sang vokalis yang menjadi tulang punggung band ini

dari : sinarharapan.co.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: