Ozomatli “Diversity Rocks”

Oleh
Mila Novita

JAKARTA – Bukan Ozomatli jika tidak dapat memanaskan Gedung Kesenian Jakarta dalam konser perdana mereka di Indonesia, Selasa (25/3) malam. “City of Angel” yang bernuansa hip hop membuka konser dengan vokalis, Justin “El Nino” Poree dan Jabu Smith-Freeman.

Gebrakan pertama ini langsung membuat penonton tersadar, konser bertajuk “Diversity Rocks” ini bukan untuk dinikmati dengan berdiam diri di kursi saja. Apalagi, Justin dan Jabu tidak segan-segan menyapa penonton dari dekat dengan turun panggung. Itu dipertegas sang pembetot bas, Wil-Dog Abers, menjelang lagu keempat, “Gallina”.
“Semua siap untuk berdansa?” ujarnya berteriak lantang.
Penonton yang tadinya hanya berdiri di dekat kursi mereka pun tidak segan-segan menuju bibir panggung.


Justin, Jabu, dan Wil-Dog hanya tiga dari sembilan personel yang memainkan peran berbeda untuk membentuk musik world fusion bernuansa salsa, rock, hiphop, sampai dengan funk. Ada Ulises Bella (saksofon tenor, klarinet, dan vokal), Raul Pacheco (gitar dan vokal), Asdru Sierra (terompet dan vokal), Jabu Smith-Freeman (presenter), Shef Bruton (trombone), Jiro Yamaguchi (perkusi), dan Mario Calire (drum).


Mereka adalah pemenang dua kali Grammy Awards untuk kategori Best Latin Rock/Alternatif Album untuk album Embrace The Chaos pada tahun 2002 dan album Street Signs 2005. Di musik Latin, mereka juga langganan juara, sebagai pemenang Latin Garmmy, Latino Spirit Award, Latin Billboard Award, dan ALMA (American Latino Media Art) Award.
Penghargaan yang berderet itu menunjukkan keberadaan mereka yang sudah terbilang lama di dunia musik tidak menjamin nama mereka dikenal oleh banyak orang Indonesia.


“Kami sudah 13 tahun, ini kunjungan pertama kami ke Jakarta,” kata Jiro Yamaguchi yang bersama dengan Ulises dan Raul menemui sejumlah wartawan beberapa jam sebelum berkonser. Meskipun demikian, secara tidak sadar, mungkin kita juga pernah mendengar atau menyaksikan penampilan mereka. Band asal California yang terbentuk pada 1995 ini tampil di film-film Hollywood, antara lain Spanglish, The Guardian, Mr & Mrs Smith, Meet The Fockers, Constantine, The Pacifier, Never Been Kissed, dan Inspector Gadget. Atau mungkin pernah pula mendengar musik mereka di serial televisi seperti Sex and City, ER, dan The X Files.
Empat album studio, Ozomatli, Embrace The Chaos, Street Signs, dan Don’t Mess The Dragon, serta satu album konser Live At Fillmore telah mereka lahirkan.

Perdamaian
Musik mereka sulit untuk didefinisikan karena begitu banyaknya unsur musik yang terkandung di dalamnya, yang pasti mereka mengusung misi perdamaian. Mereka adalah warga Amerika Serikat yang baik, namun mereka bukanlah penggemar Amerika Serikat secara politik.
Di sebuah konser di Kansas City beberapa tahun lalu, seorang personel mengenakan kaus bertuliskan “Dumb and Dumber” dengan gambar Presiden Geroge W Bush dan ayahnya.
Namun, malam itu adalah konser damai yang tanpa kritik keras. Ozomatli hanya mempertontonkan kekayaan musik yang dari berbagai budaya.
“Kami terinspirasi dari berbagai jenis musik, dari Amerika Serikat, Amerika Utara, sampai dengan Asia,” ujar Jiro. Alasan mereka datang ke Jakarta bukan sekadar memenuhi undangan Kedutaan Besar Amerika Serikat, tapi sekaligus mengeksplorasi musik Indonesia.
Sebelum ke Indonesia, tahun lalu mereka sempat berkunjung ke India, Nepal, Yordania, Tunisia, dan Mesir. “Kami terbuka, baik hati maupun pikiran, untuk menyerap setiap kebudayaan karena itu sangat penting bagi kami,” kata Ulises.
Mereka adalah wakil dari berbagai budaya yang ada di Amerika Serikat, meskipun pada akhirnya Latin lebih mendominasi. Setiap tur mereka, termasuk kali ini, ingin menggambarkan bahwa musik dapat membangun “jembatan” di antara keberagaman budaya, bukan hanya di negara mereka, tapi juga dunia.
“Setiap jenis musik memiliki nada indah. Itulah sebabnya kami datang ke Jakarta. Ini akan menjadi kesempatan besar untuk belajar,” kara Raul menegaskan. Sayang, kesempatan untuk belajar itu terlalu singkat untuk kunjungan mereka yang sembilan hari ini.
Kolaborasi hanya sempat mereka lakukan secara mendadak dengan empat anak-anak yang mereka tarik ke panggung menjelang pertunjukan usai. Itu pun dengan alat musik kecil yang mereka sediakan. Selain Jakarta dengan konser 15 lagu dalam waktu 90 menit ini, Ozomatli juga akan berkonser di Surya Park, Surabaya, pada 29 Maret, BKB Plaza, Palembang, pada 31 Maret.

dari : sinarharapan.co.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: