Skid Row, Kini Giliran Genre Metal

Skid Row Gelar Konser Murah

Jakarta – Kedatangan konser tur band di Jakarta, kini menjadi gilirannya genre metal. Didahului legenda band power metal asal Jerman, Helloween, 22 Februari lalu. Kini akan menyusul hadir, Skid Row, band heavy metal yang didirikan di New Jersey, Amerika Serikat (1986).
Tak cuma di Jakarta (ex-Drive In, Taman Impian Jaya Ancol, 7/3), Skid Row yang telah ditinggalkan gitaris Dave “The Snake” Sabo itu juga bakal berkonser di Stadion Siliwangi, Bandung (9/3), Stadion Diponegoro, Semarang (11/3), Stadion Tambaksari, Surabaya (13/3) dan Lapangan Rampal, Malang (15/3).
Log Zhelebour selaku promotor, menyebut undangan bagi Skid Row di Indonesia sekaligus ingin menjawab bahwa pergelaran rock tak selalu memancing kerusuhan. “Agar trauma konser rock, bisa dihilangkan!” kata Log Zhelebour di Hard Rock Café, Kamis (28/2) sore.


Diakuinya, ketat perizinan konser di Bandung setelah peristiwa maut beberapa waktu lalu, membuat ia sempat kesulitan. “Tetapi, karena saya jadi promotor musik rock sejak era Orde Baru, maka kesulitan bisa terlewati. Apalagi dengan janji sudah bergaransi,” jawabnya, yakin.
Menjelaskan kenapa ia berani menjual tiket murah di Bandung, Semarang, Surabaya dan Malang (Rp 20.000-Rp 30.000) dibandingkan Jakarta yang seharga Rp 100.000. “Saya tidak mencari keuntungan sebesar-besarnya, karena memang hobi sebagai promotor rock. Yang penting acaranya lancar dan baik,” katanya.
“Saya bisa mengontrak Skid Row relatif murah, karena saya selalu memberikan tawaran di bawah harga resmi. Kalau mereka tak mau, ya sudah!” sambung Log.
Kemudahan mengundang Skid Row, menurutnya, juga lantaran manajemen mereka telah mengetahui bahwa Indonesia sudah sering menyelenggarakan konser tur artis-artis mancanegara. Apalagi, khusus buat Skid Row, mereka dipersilakan hadir di lima kota besar yang jarang bisa terjadi di negara mana pun.


“Dengan begitu, otomatis pembayaran bisa murah karena hitungannya paket,” ditambahkan Log.
Skid Row baru pertama kalinya konser di Indonesia. “Mumpung kontrak resminya sudah murah, kan posisinya sudah tidak di atas lagi. Kalau dulu, mungkin saya tak sanggup bayar,” terangnya.

“I Remember You”
Skid Row (Johnny Solinger, Rachel Bolan, Scotti Hill, David Gara dan Ryan Cook) terakhir kali meluncurkan album bertajuk Revolutions Per Minute (Oktober, 2006).
Grup band yang juga terkategori bergenre hard rock dan glam metal itu, pertama kali menjulang dengan debut album bernama sendiri yang menghasilkan sertifikat 5X Platinum dengan tiga singel menawan, “18 and Life”, “I Remember You” dan “Youth Gone Wild”. Saat itu vokalis Sebastian Bach masih bercokol, dan berulah di Skid Row dengan sebuah insiden pelemparan botol, dan sikapnya yang anti-gay.
Kegemilangan Skid Row berlanjut dengan album kedua, Slave to the Grind (1991) yang ketika itu langsung menembus puncak tangga di Amerika Serikat. Meski karakter musiknya tambah mengeras.


Sebelum Sebastian Bach hengkang dari Skid Row (1996), mereka telah terlebih dulu merilis album ketiga, Subhuman Race (1995) yang lumayan nangkring sampai tangga 40 teratas.
Vokalis Johnny Solinger baru bergabung pada tahun 1999, setelah Skid Row sempat vakum. Adapun album keempat, Thickskin, akhirnya bisa diluncurkan tahun 2003.
Melihat “kemunduran” Skid Row dalam menghasilkan hits, sempat menghadirkan isu bahwa Sebastian Bach bakal balik bergabung. Akan tetapi, peluang reuni semacam itu, ternyata tak pernah terwujud. Konser Skid Row di Indonesia yang didukung sponsor Gudang Garam akan dibuka dengan dua grup hard rock pendatang baru asuhan Log Zhelebour, Log Guns dan Kobe.
(john js)

dari : sinarharapan.co.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: