Trio Macan Siap “Melahap” Asteng dan Suriname


Oleh
John JS

Jakarta – Sesudah dikenal luas, biasanya ada yang meniru. Di lingkup bisnis apa saja, menjiplak ataupun mengekor seakan tiada hukum yang pasti, termasuk dalam karya pertunjukan musik.
Gaya menghibur Project Pop, seperti pernah dibilang Yosi Mokalu, ditiru Wong Pitoe dan Seurieus. Sebaliknya Nidji yang kini melambung, tak memungkiri “mengekor” The Killers dan Cold Play.
Tetapi, persoalan bisa rumit apabila citra penampilan (:merek dagang) dimanipulasi dan disalahgunakan seperti yang menimpa Trio Macan. Proses tuntutan hukum masih berjalan, ungkap Lia-Iva-Dina (Trio Macan), “Kami masih menunggu iktikad baik dari oknum-oknum yang memanfaatkan nama kami dalam konser dangdut di sejumlah daerah.


” Namun, dengan semakin sering Trio Macan muncul di layar televisi, diyakini sikap bersalah itu bisa hilang sendiri, karena masyarakat tambah cerdas dalam memilih siapa Trio Macan yang sesungguhnya.
Layaknya artis profesional, ternyata mereka tak harus terganggu dengan “ancaman kerugian” semacam itu. Mereka malah tengah bersiap diri untuk melaksanakan rencana konser tur di Asia Tenggara (Asteng) dan Suriname.
Malah sebetulnya, Trio Macan menjelang perayaan tutup tahun 2007 diundang pihak Kedutaan Besar RI di Denmark untuk menghibur di sana. Namun, kembali lagi profesionalitas kerja, Lia-Iva-Dina menolak undangan tersebut lantaran mereka sudah menandatangani kontrak buat menghibur pencinta musik dangdut di Taman Mini Indonesia Indah dalam Konser Gemintang Artis Tahun Baru.


“Tawaran untuk tampil di Denmark begitu menggiurkan dengan bayaran yang lebih gede, namun kita udah deal untuk tampil di Taman Mini pada malam Tahun Baru lalu,” kata Lia. Trio Macan memilih bersikap profesional, ketimbang menikmati kesenangan sesaat. Padahal, kalau saja mereka memilih Denmark, berarti sudah kedua kalinya Trio Macan berkonser di luar negeri, karena pada pertengahan tahun lalu mereka berpeluang mengisi acara di Festival Film Asia Pasific di Taipei, Taiwan.
“Padahal, suatu kebanggaan tersendiri bisa membawa musik dangdut ke dunia internasional.
Rada kecewa sih batal ke Denmark, tetapi mungkin akan sedikit terobati karena kita akan berawal mengadakan tur Asia Tenggara pada pertengahan Februari 2008 di antaranya ke Malaysia, Singapura, dan Thailand, dan itu membuat kami bangga bisa mempromosikan dangdut di luar negeri,” ditambahkan Iva.

dari : sinarharapan.co.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: