Stok Lama, Rasa Baru

Kamis, 17 Juli 2008 | 16:35 WIB

TEMPO Interaktif, : Kemunculan band rock era zaman dulu di Jakarta Rock Parade (JRP) pekan lalu menghadirkan sebuah nostalgia tersendiri. Grup musik yang dikira telah bubar nyatanya masih bergaung seperti dulu kala. Bahkan dengan mantap mereka mempromosikan album baru yang tengah mereka garap diam-diam.

Grup musik rock Apotik Kali Asin (AKA) era 1969, misalnya, mengaku bakal bikin album baru. Berkesempatan manggung di JRP, personel AKA asli yang nongol hanyalah Ucok Harahap. Adapun mantan personel AKA lainnya, seperti Syech Abidin (drum/vokal), Soenata Tanjung (guitar utama/vokal), dan Arthur Kaunang (bas), tidak kelihatan. Malam itu Ucok didampingi pemain cabutan beberapa band lama, seperti Pungky dari Andromeda, Baby Yos (bas), Erwin dari Spider (vokal), Dody dari Reaktor (drum), dan Pardi dari Gombloh (gitar).

Meski begitu, kakek berusia 69 tahun ini masih yahud bermain keyboard. Walau harus membuka buku catatannya, Ucok masih prima, apalagi gaya pakaiannya yang nyentrik menyita perhatian penonton.

Masih dengan ekstremisme yang sama, Ucok pun membakar dupa dan menggantung kakinya di atas panggung. “Itu simbol sebagai penebusan agar doa-doa para penonton dikabulkan Tuhan,” ujarnya. Ucok memang lekat dengan aura mistik. Pada 2002, ia menghilang dan hijrah ke Gunung Arjuna di Tretes, Malang, Jawa Timur, guna melakukan pertapaan di Indrokilo. “Hasilnya, ya, inilah, saya harus terus bermusik,” ujarnya.

Seperti menuruti wangsit, Ucok pun eksis kembali. Dia kembali aktif mengusung album baru. Meski penuh tantangan dan pesaing mengingat sekarang bukan eranya lagi, ia mengaku optimistis. “Bermain musik adalah obat dalam hidup saya,” ujarnya setelah manggung di JRP, Sabtu malam lalu.

Sebelumnya, AKA pernah menelurkan beberapa album, seperti Do What You Like (1970), Reflections (1971), Crazy Joe (1972), Sky Rider (1973), Cruel Side of Suez War (1974), Mr. Bulldog (1975), Pucuk Kumati (1977), AKA in Rock (1979), The Best of AKA (1979), AKA 20 Golden Hits (1979), dan Puber Kedua (1979).

Album yang diakuinya sebagai bentuk persembahan untuk para sahabat ini bakal berisi lagu-lagu baru. “Album ini didedikasikan untuk teman-teman baik, seperti Achmad Albar,” ujarnya bersemangat. Masih mengusung tema hard rock, album ini tengah dalam penggarapan.

Tak cuma Ucok AKA yang kembali eksis mendadak. Band rock sekelas Voodoo ternyata ikut andil. Album Voodoo yang kini tinggal mencari label itu bakal jadi album keenam grup tersebut.

“Sekitar tiga bulan lagi kelar. Lagunya pasti baru, tapi ada beberapa hit dimasukkan lagi,” ujar Edo Widiz, sang gitaris, setelah manggung di JRP. Band yang tenar lewat lagu Salam untuk Dia itu kini sedikit mengubah formasi. Masih dengan Ossa (drum), Atenk (bas), dan Edo Widiz (gitar), kini posisi vokalis diisi oleh penyanyi baru, Sule.

Begitu juga dengan Powerslaves. Album keenamnya dijamin berisi lagu-lagu baru. “Tetap mengusung aliran rock and roll,” ujar Anwar Fatahila, sang basis, setelah pentas di JRP.

Jika Voodoo mempersegar penampilan dengan formasi baru, band yang kondang lewat lagu berjudul Impian ini punya strategi tersendiri. “Persiapan kami adalah membenahi manajemen dan memperbagus musik,” ujar Anwar mantap. Soal kompetitor, para band lawas itu ternyata tak gentar. l Aguslia Hidayah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: